Tragedi di Jalan Banda Aceh-Medan, 7 Warga Tewas Tertimpa Pohon Besar
PIDIE Tujuh warga meninggal dunia setelah mobil bak terbuka yang mereka tumpangi tertimpa pohon besar di jalan nasional Banda AcehMedan
PERISTIWA
Ketika Masyarakat dengan cepat mengumpulkan lebih dari Rp10,3 miliar hanya dalam sehari melalui figur seperti Ferry Irwandi, ada pesan penting di balik momen ini yang tidak bisa dianggap sepele.
Bukab karena angka nominalnya yang terlampau besar dibandingkan aksi serupa yang dilakukan pemerintah, namun tidak mampu menandingi hasil serupa, melainkan ada hal lain yang jauh lebih penting dari itu semua.
Kekuatan tersebut yakni solidaritas sosial. Gelombang solidaritas yang muncul di tengah menguatnya politik pencitraan yang dimainkan para politisi menunjukkan sebuah fenomena kontras.
Ini bukan hanya tentang simbol, melainkan mosi tidak percaya terhadap elite yang tampil dramatis di kamera, namun absen dalam kerja nyata.
Fenomena dukungan sosial yang begitu massif melalui penggalangan dana via Ferry Irwandi ini semakin kontras ketika aksi bantuan elite lebih terasa sebagai panggung pencitraan.
Para elite tiba-tiba muncul dengan aksi memanggul beras yang memperlihatkan seolah mereka benar-benar menaruh kepedulian yang tulus atas nasib korban.
Sayangnya, publik memandang gestur simbolis yang viral ini bukan karena ketulusan, melainkan karena kesannya direkayasa (impression management).
Publik menafsirkan tindakan tersebut sebagai strategi politik untuk mencuri perhatian hingga memoles reputasi, bukan cerminan kejujuran atas rasa keprihatinan mendalam terhadap nasib korban dan kerusakan ekologis yang parah.
Fenomena serupa juga dipertontonkan anggota dewan yang hadir di lokasi bencana dengan mengenakan atribut special seperti rompi antipeluru yang didesain khusus dengan nama terpasang jelas di dada.
Ini merupakan sebuah simbol kehadiran karikatural yang lagi-lagi terbaca oleh publik sebagai aksi lebih dekat dengan konten media sosial daripada empati nyata.
Di hadapan dua realitas ganda ini, yakni donasi spontan rakyat yang membuncah secara organik dan aksi elitis yang penuh dengan dramatisasi, tergambar jelas adanya jurang moral dan intuisi yang berbeda.
Publik akhirnya tidak lagi tertarik dengan retorika kemanusiaan dari panggung politik yang penuh lumpur. Mereka kini memilih saluran solidaritas yang diyakini lebih genuine, konkret, dan terpercaya.
PIDIE Tujuh warga meninggal dunia setelah mobil bak terbuka yang mereka tumpangi tertimpa pohon besar di jalan nasional Banda AcehMedan
PERISTIWA
PEMATANGSIANTAR Polisi mengungkap dugaan peredaran narkoba di lingkungan Universitas Simalungun (USI), Kota Pematangsiantar, Sumatera Ut
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sejumlah wilayah di Kota Medan, Sumatera Utara, dijadwalkan mengalami pemadaman listrik sementara pada Rabu, 12 Agustus 2026. Pema
PERISTIWA
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menegaskan Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak melarang masyarakat berjualan dan me
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima kunjungan Ahmad Faris Hidayah Marpaung, mahasiswa berprestasi asal Tanjun
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menerima audiensi dan kunjungan silaturahmi Pimpinan Daerah (PD) Wanita
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga atau TP PKK Provinsi Sumatera Utara melakukan supervisi dan ev
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dan kelompok penyandang disabilitas dalam pr
PEMERINTAHAN
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengibarkan bendera Merah Putih berukuran raksasa di Muara Selat Malaka, Destinasi Perairan Ba
PEMERINTAHAN
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026. Hingga pukul 09.15 WIB, IHSG naik 48,3
EKONOMI