Roy Suryo Kembali Bikin Geger Klaim Temukan Kejanggalan di Skripsi hingga Tanda Tangan Jokowi
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo kembali menyoroti dokumen akademik Presiden ke7 Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya mempersoalkan ijazah,
POLITIK
Oleh:Ilham Akbar Mustafa.
"INI adalah generasi baru Golkar. Ini generasi baru Golkar. Ini generasi baru Partai Golkar." Pernyataan ini disampaikan secara jelas dan tegas oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Partai Golongan Karya Tahun 2025 beberapa waktu silam.
Baca Juga:
Bahlil memberikan konteks kepemimpinan politik pada generasi baru ini: bahwa setiap pemimpin ada masanya, dan setiap masa ada pemimpinnya. Dan saat ini, generasi baru mengisi posisi-posisi penting kepemimpinan partai politik di negeri ini, termasuk Golkar.
Bagaimana memahami generasi baru Golkar ini dan sejauh mana signifikansi bagi pembangunan Partai Golkar ke depannya?
Menjawab dua pertanyaan ini, saya akan mengawali dengan menganalisis kondisi objektif kepemimpinan Golkar saat ini, dan kemudian menguraikan implikasi generasi baru terhadap pembangunan Golkar.
Kondisi Objektif Kepemimpinan Golkar
Terpilihnya Bahlil Lahadalia secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI Partai Golkar pada 2024 silam menjadi penanda peralihan generasi (shifting generation), dari generasi lama yang cenderung berhati-hati dalam mempertahankan status quo ke generasi baru yang lebih progresif dan inklusif terhadap perubahan.
Bahlil merupakan representasi utama dari generasi baru tersebut, yang memimpin Golkar untuk periode 2024-2029. Bahlil tergolong generasi baru Golkar karena tiga kondisi objektif.
Pertama, Bahlil memulai karir politiknya dari titik nol, bahkan titik minus kehidupan. Segala pekerjaan seperti pedagang kue dan supir angkot pernah dijalani demi bertahan hidup.
Orang tuanya bukanlah keluarga politik terpandang di negeri ini. Karenanya, karir politiknya tidak diwariskan, melainkan diperjuangkan.
Kondisi Bahlil yang demikian ini berbanding terbalik dengan kebanyakan pemimpin politik negeri ini yang karir politiknya ditopang oleh 'warisan politik' keluarga.
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo kembali menyoroti dokumen akademik Presiden ke7 Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya mempersoalkan ijazah,
POLITIK
BENGKAYANG Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Dikreg ke67 sebagai Tim Edukasi Lemdiklat Polri turun langsung mengedukasi masyarakat di Kabu
NASIONAL
JAKARTA Data kemiskinan Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia (World Bank) menunjukkan angka berbeda cukup jau
EKONOMI
MEDAN Kasus dugaan pelanggaran lingkungan hidup terkait temuan kayu gelondongan saat banjir di Sumatera Utara (Sumut) memasuki babak baru.
HUKUM DAN KRIMINAL
PATI Jumlah siswa yang mengalami gejala dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati,
PERISTIWA
CILACAP PT Pertamina Patra Niaga masih menunggu keputusan resmi pemerintah terkait rencana pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan kelo
EKONOMI
MEDAN Siti Aisah, seorang asisten rumah tangga (ART) di Medan, divonis 6 tahun penjara karena terbukti menghilangkan nyawa bayi yang baru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Timnas Indonesia akan menjalani tiga pertandingan fase grup FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda tergabung di Grup A bersama Singapur
OLAHRAGA
JAKARTA Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menyebut eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tidak terlibat dalam pe
NASIONAL
JAKARTA Pakar hukum tata negara Denny Indrayana bersama sejumlah pemohon mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpr
POLITIK