Ketua Fraksi Golkar, El Barino Shah, melontarkan kritik keras terkait perubahan posisi duduk Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wirya Alrahman, yang dianggap melanggar etika, protokol, dan kebijakan resmi.
Kejadian ini bermula saat Wirya terlihat duduk di samping Walikota Medan, Rico Waas, pada kursi yang seharusnya ditempati Wakil Walikota, Zakiyuddin Harahap.
El Barino langsung melakukan interupsi, mempertanyakan legalitas serta etika pengaturan tempat duduk tersebut.
Ia menyoroti aksi petugas sekretariat yang memindahkan papan nama Wakil Walikota dan menggantinya dengan papan nama Sekda agar sejajar dengan pimpinan DPRD dan Walikota.
"Paripurna adalah forum tertinggi. Sangat tidak tepat mempertontonkan hal yang tidak baik. Posisi Sekda seharusnya berada di belakang atau tempat yang telah tersedia, bukan sejajar dengan Walikota dan pimpinan dewan," ujar El Barino kepada awak media, Selasa (30/12/2025).
Lebih lanjut, El Barino menyinggung adanya indikasi ketidakharmonisan antara Walikota dan Wakil Walikota yang diduga dipicu oleh peran Sekda.
Ia menekankan bahwa kasus ini harus menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang di masa mendatang.
Mendapat sorotan tersebut, Wirya Alrahman terlihat gelisah. Sementara itu, Ketua DPRDMedan, Wong Cun Sen, beserta pimpinan sidang, menyambut kritikan sebagai masukan konstruktif.
Wong menyatakan akan meninjau kembali aturan dan regulasi protokoler agar pengaturan tempat duduk di paripurna mendatang tidak menimbulkan polemik.
"Kami memerintahkan Dewan Sekretariat untuk mempelajari aturan dan regulasi terkait hal ini," ujar Wong menutup interupsi tersebut.*