BREAKING NEWS
Kamis, 27 Agustus 2026

HPN 2026, IMO-Indonesia Dorong Media Jadi Arus Diplomasi Global

- Senin, 09 Februari 2026 08:34 WIB
HPN 2026, IMO-Indonesia Dorong Media Jadi Arus Diplomasi Global
"IKATAN MEDIA ONLINE INDONESIA" (IMO Indonesia). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Namun, di sisi lain, eksistensi media Tanah Air juga masih menghadapi tantangan serius berupa disrupsi digital, tekanan ekonomi media, fragmentasi hingga polarisasi informasi, serta maraknya disinformasi dan hoaks yang mendegradasi kepercayaan publik.

Dalam konteks demokrasi, keberadaan pers harus dipandang sebagai pilar utama yang tidak bisa dinafikan, apalagi diabaikan.

Pers berperan cukup strategis dalam mengawasi dinamika kekuasaan, mendorong keterbukaan bagi ruang kritik, sekaligus memastikan proses politik berjalan transparan dan bertanggung jawab.

Pemberitaan yang objektif, tajam, kritis, mendalam dan berimbang dalam mengangkat isu yang dianggap sensitif menjadi kontribusi nyata pers dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia tetap eksis dan kokoh.

Tanpa pers yang kredibel, independen dan profesional, demokrasi berisiko kehilangan mekanisme koreksi dan alat kontrol yang vital.

Percaya tidak percaya, suka atau tidak suka, media memiliki kontribusi besar dalam pembangunan nasional.

Media berperan sebagai jembatan yang mengintegrasikan kepentingan pemerintah dan masyarakat, menyampaikan kebijakan publik, program pembangunan, serta capaian negara secara utuh dan proporsional.

Dalam konteks demikian, pers nasional telah menjalani fungsinya sebagai media center yang membantu pemerintah mendistribusikan informasi yang kredibel, akurat, dan mudah dipahami publik. Peran ini menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap tidak terverifikasi.

Namun, fungsi media center tersebut tidak boleh dimaknai sebagai relasi kalkulatif, dalam arti mendukung pemerintah untuk kepentingan pragmatis.

Akan tetapi, pers senantiasa menjaga independensinya, sehingga relasi yang dibangun bukan dalam konteks menjadi bagian (kehumasan) pemerintah, atau tidak juga sebaliknya menjadi instrumen delegitimasi kekuasaan.

Tugas utama pers hanyalah menyampaikan informasi secara berimbang, serta membuka ruang evaluasi dan kritik konstruktif.

Sinergi antara pers dan pemerintah memang idealnya dibangun di atas prinsip saling menghormati peran masing-masing.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Binjai Resmikan Masjid Al Aziz Asy Syarif, Diharapkan Jadi Pusat Ibadah serta Wadah Pendidikan dan Pemberdayaan Umat
Bupati Batu Bara Hadiri Gebyar Insan Cita dan Puncak Milad HMI ke-79 Tahun
Tiga Pilar dan Warga Jakarta Utara Bergotong Royong Bersihkan Waduk Cincin, Wujudkan Lingkungan Sehat dan Cegah Banjir
IJEN Tapsel Gelar Silaturahmi Sambut HPN 2026, Tekankan Pentingnya Pers Sehat dan Independen
Ribuan Warga Banten Ramaikan Jalan Sehat HPN 2026, Antusias Menanti Kehadiran Presiden Esok
Jusuf Kalla Ajak Warga Jakarta Bertanggung Jawab Atasi Banjir: “Kalau Banjir, Marahi Diri Sendiri”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru