Medan Dikepung Kabut Asap Pekat: Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Jarak Pandang Anjlok Jadi 1 Km
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan masuk kategori sangat tidak sehat pada Kamis (15/10/2026) pagi akibat sebaran kabut asap yang meluas di
PERISTIWA
Oleh: Dahlan Iskan
SAYA yakin Dwi Sasetyaningtyas tetap cinta Indonesia –setidaknya dalam hati kecilnya. Bahkan sikapnyi yang seperti merendahkan Indonesia itu bisa jadi justru saking cintanya pada tanah kelahirannya.
Saya setuju dengan Anda: Dwi hanya kenes. Ingin top. Juga hanya karena ingin membanggakan anaknya: diterima jadi warga negara maju, Inggris. Dia terlalu bangga kepada anak. Mayoritas kita begitu. Ngaku saja.Baca Juga:
Saya sendiri mengakui itu. Termasuk bangga kepada menantu yang pilih naik sepeda 1.500 km demi sayang suami. Juga kepada cucu. Pun yang masih SMP. Apalagi ketika dia menjadi juara debat internasional di Amerika.
Bahkan ada orang tua yang sampai mengorbitkan anaknya jadi wapres.
Sikap saya soal Mbak Dwi seperti itu. Kebanggaan yang berlebih-lebih. Ingin pamer seperti yang dilakukan istri pejabat yang pamer tas Hermes mereka.
Mungkin Mbak Dwi tidak punya Hermes. Atau belum pernah naik sepeda 1.500 km. Tapi setiap orang wajib punya kebanggaan. Mungkin sudah begitu lama perjuangan ingin menjadi warga Inggris itu. Maka begitu umur si anak 18 tahun ia boleh memilih: mau jadi WNI atau WNI –yang belakang singkatan Warga Negara Inggris.
Berarti si anak lahir di Inggris. Mungkin anak itu lahir waktu Aryo Iwantoro, suami Dwi, kuliah di sana. Yakni setelah alumnus ITB itu meraih gelar doktor di Utrecht, Belanda. Sebagai bayi yang lahir di Inggris anak itu beruntung: punya hak jadi warga negara Inggris atau warga negara orang tuanya.
Sebagai orang pintar tentu mereka sudah berpikir panjang: mana yang lebih menjamin masa depan. Itu adalah hak semua orang: menentukan masa depan masing-masing.
Masalahnya dua orang itu, Aryo dan Dwi, adalah penerima beasiswa dari negara Indonesia. LPDP. Mereka terikat aturan: setelah lulus harus bagaimana.
Istri saya dulu juga penerima ikatan dinas: waktu sekolah di SPG –sekolah pendidikan guru–setingkat SMA di Samarinda. Begitu lulus dia wajib menjadi guru SD Inpres. Setidaknya selama dua tahun.
Dia dapat penempatan di SD Inpres di pedalaman Kaltim. Di desa yang semua penduduknya suku Dayak Benuaq dan Tunjung. Sebagai pacar, saya pernah menengok ke sana. Naik perahu klotok: dua hari satu malam. Menyusuri sungai Mahakam ke arah hulu.
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan masuk kategori sangat tidak sehat pada Kamis (15/10/2026) pagi akibat sebaran kabut asap yang meluas di
PERISTIWA
LABUHANBATU Video yang memperlihatkan massa mendatangi kantor PT Milano di Desa Sei Nahodaris, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanba
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas Antam hari ini, Kamis (15/10/2026), kembali turun. Berdasarkan harga yang tercantum di laman Logam Mulia pukul 09.30 WI
EKONOMI
SERDANG BEDAGAI Kecelakaan beruntun yang melibatkan angkutan umum (angkot) KUPM dan dua truk terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) M
PERISTIWA
JAKARTA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait du
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara (Sumut) menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Gang Jati, Kelura
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Suroso Isnandar resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero), menggantikan Darmawan Prasodjo melalui Rapat Umum
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/B
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa kembali menjalani sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait isu ija
NASIONAL
YOGYAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang
NASIONAL