BTN Dukung Swasembada Papan 2045, Dorong Akses Hunian untuk MBR
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungan terhadap gagasan besar Swasembada Papan 2045 yang dinilai sebaga
EKONOMI
Sebagaimana terlihat, dalam proposal 10 poin yang diajukan Iran menunjukkan posisi tawar yang tegas sekaligus menarik untuk disimak.
Pertama, poin tentang jaminan non-agresi dari AS, yang mana bermakna bahwa Iran menuntut pengakuan atas hak kedaulatannya untuk terbebas dari ancaman militer.
Hal ini menjadi fondasi penting, bahwa tanpa jaminan tersebut, gencatan senjata hanya akan menjadi syarat temporer yang tidak mengubah esensi konflik.
Sementara itu, tuntutan kedua soal kontrol berkelanjutan atas Selat Hormuz, mempunyai implikasi besar terhadap jalur distribusi energi dunia, menimbang sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati kawasan tersebut.
Hak pengayaan uranium yang menjadi poin ketiga juga tidak kalah sensitif. Bagi Iran, proposal ini menjadi simbol kedaulatan teknologi dan energi yang harus dihormati siapapun.
Namun, bagi AS dan negara-negara Barat, tentu hal tersebut berkaitan erat dengan potensi proliferasi senjata nuklir yang memberikan ancaman serius di masa mendatang.
Di sisi lain, tawaran pencabutan sanksi primer dan sekunder yang merupakan poin keempat dan kelima, serta pembatalan resolusi PBB dan IAEA sebagai poin keenam dan ketujuh, mempertegas dan memperjelas keinginan Iran untuk keluar dari isolasi ekonomi dan politik yang selama ini mempersulit negara tersebut.
Akhirnya, poin serius terdapat pada permintaan kompensasi (poin kedelapan) dan penarikan pasukan AS dari kawasan (poin kesembilan). Pada kedua poin tersebut memperlihatkan upaya Iran untuk memulihkan tekanan geopolitik menjadi keuntungan strategis.
Lalu, pada poin kesepuluh yang berisi tentang penghentian perang di semua front, termasuk di Lebanon, menunjukkan bahwa Iran memandang konflik ini sebagai bagian dari jaringan perlawanan regional yang lebih luas.
Dengan melihat 10 butir tuntutan Iran sebagai prasyarat gencatan senjata yang untuk sementara diamini Trump, bermakna bukan sekadar penghentian konflik, melainkan upaya restrukturisasi tatanan keamanan kawasan.
Tantangannya kemudian berada pada sejauh mana pihak-pihak terkait bersedia berkompromi terhadap tawaran tersebut.
Dampak bagi Indonesia
Khusus bagi Indonesia, perkembangan terkini konflik Timteng membawa implikasi yang sangat krusial dan nyata, teristimewa dalam sektor energi.
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungan terhadap gagasan besar Swasembada Papan 2045 yang dinilai sebaga
EKONOMI
BANDA ACEH SMAN 7 Banda Aceh menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional setelah berhasil memborong lima medali emas, tiga
PENDIDIKAN
TELUK PANJI Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang secara resmi menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) da
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini t
POLITIK
JAKARTA Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih akan bertahan di kisaran Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam jangka pendek. Tek
EKONOMI
MEDAN PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara (Sumut) telah kembali normal 100 persen setelah sebelumnya t
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan empat tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola izin usaha pertambangan (IUP)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali menyinggung adanya praktik deep state atau negara dalam negara di lingkung
POLITIK
JAKARTA Badan Legislasi (Baleg) DPR RI meyakini Rancangan UndangUndang (RUU) Satu Data Indonesia dapat menjadi solusi untuk mengatasi p
NASIONAL
KEBUMEN Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ikatan personalnya dengan Kabupaten Kebumen saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Bu
NASIONAL