BREAKING NEWS
Minggu, 17 Mei 2026

Prabowo dari Cebu, El Nino, La Nina dan Cincin Api

BITV Admin - Minggu, 17 Mei 2026 07:42 WIB
Prabowo dari Cebu, El Nino, La Nina dan Cincin Api
Presiden Prabowo Subianto. (foto: Prabowo Subianto/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Manusia hidup karena memanfaatkan segala jenis binatang, burung-burung di udara, ikan-ikan di laut, tumbuh-tumbuhan dan segala isinya, demikian pula Alam tidak akan berguna jika tanpa manusia bahkan saling menguntungkan, simbiose mutualisme.

Masyarakat pedesaan adalah manusia yang hidup secara autarkis, hidup dari alam (taken for granted). Alam tidak hanya sekedar sumber kehidupan tetapi juga alam menjadi sumber suci, pusat spiritualitas, sumber transendental antara manusia dan Tuhan pencipta semesta alam.

Dari Cebu Phillina, Prabowo mau mengingatkan kita bahwa alam memang akan hadir ibarat momok yang menakutkan tetapi jangan mengecam alam. Kitalah yang harus siap menghadapinya.

Mendengar kata gempa bumi, gunung meletus, tsunami, banjir dan kekeringan tidak boleh dipandang seakan-akan mengancam kehidupan manusia.

Peristiwa-peristiwa tersebut tidak boleh selalu diasosiasikan sebagai murka alam, alam bertindak negatif, atau alam melakukan kejahatan pada manusia.

Mengapa Prabowo mengatakan ASEAN dan Indonesia harus mengantisipasi el nino ekstrem artinya alam pikir manusia tidak tersandera dengan framing negatif tentang banjir, kering, gunung meletus, gempa bumi yang mendatangkan kerugian, dampak negatif yang ditimbulkan.

Tetapi melihat sebagai fenomena alam yang membawa berkah, dampak positif sebagai konsekuensi dari siklus hidup manusia dalam berinteraksi dengan alam. Kita kadang tidak pernah menghargai alam ini sebuah senyawa yang hidup!

Berbagai laporan pemerintah selalu menghitung dampak kerugian yang diderita akibat bencana. Pemerintah selalu memperkirakan total kerusakan dan kerugian akibat bencana tsunami di Aceh dan Sumatera Utara.

Demikian pula Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) selalu memperkirakan kerugian akibat bencana.

Pada tahun 2000 hingga 2001 BNPB pernah mencatat kerugian akibat banjir mencapai Rp 1,5 triliun. Bahkan Kementerian Sosial mencatat kerugian akibat banjir adalah dua per tiga dari kerusakan dan kerugian akibat bencana alam lainnya.

Di tingkat internasional, FAO mencatat penggundulan hutan akibat bencana 1,3 juta hektar per tahun.

Itulah cara pandang kita terhadap alam. Seakan-alam begitu jahat dan manusia merugi. Kita Tidak pernah menghitung atau melihat dampak positif akibat el nino dan la nina.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Susun Rencana Induk Pemulihan Pascabencana Sumatera hingga 2028
Siswa MI di Sidoarjo Kirim Surat ke Prabowo: Terima Kasih Makan Bergizi Gratis, Pak
Tabel KUR BRI 2026 Rp50 Juta: Cicilan Mulai Rp1 Jutaan, Ini Simulasi Lengkapnya!
Kapolda Aceh Salurkan Bibit Jagung di Aceh Singkil, Dukung Panen Raya Serentak Polri
Prabowo Sebut Desa Tak Pakai Dolar, Ekonom: “Semua Orang Kena, Pak!”
Prabowo Ungkap Kondisi Natuna Kini Lebih Tenang: “Tidak Sering Ribut Lagi”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru