BPBD Binjai Turunkan Satgas Bersihkan Drainase di Limau Mungkur, Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan
BINJAI Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai mengerahkan puluhan personel Satuan Tugas (Satgas) untuk melaksanakan goto
PEMERINTAHAN
Pada konteks ini, diplomasi Prabowo dapat dibaca sebagai upaya membangun pengaruh Indonesia bukan hanya melalui ketegasan posisi politik dan pertahanan, tetapi juga melalui kemampuan merangkul, membangun kepercayaan, serta menawarkan kontribusi nyata bagi stabilitas kawasan dan perdamaian global.
Prabowo tampaknya sedang membangun pola itu. Indonesia tidak ingin menjadi negara yang hanya bereaksi terhadap perubahan global. Indonesia ingin ikut menentukan arah.
Hal ini terlihat dari sejumlah langkah diplomasi yang disebut pemerintah sebagai diplomasi berorientasi hasil nyata, mulai dari keanggotaan Indonesia dalam BRICS, penetapan tarif dagang nol persen di 27 negara Uni Eropa, kesepakatan Kampung Haji di Arab Saudi, hingga keterlibatan Indonesia dalam upaya perdamaian Palestina.
Langkah tersebut penting karena dunia sedang masuk era geo economics. Negara tidak hanya bertarung dengan senjata, tetapi juga dengan energi, pangan, investasi, teknologi, pelabuhan, mineral kritis, dan rantai pasok.
Karena itu, ketika Prabowo membawa isu pangan dan energi ke forum ASEAN, substansinya bukan sekadar ekonomi, namun isu kedaulatan.
Energi adalah kekuasaan. Pangan adalah stabilitas. Jalur laut adalah urat nadi perdagangan. Dalam kajian geografi politik, negara yang mampu menguasai ruang, sumber daya, dan konektivitas akan memiliki posisi tawar lebih besar.
Indonesia berada di posisi strategis itu. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia berada di simpul Indo-Pasifik, dekat dengan jalur vital Selat Malaka, Laut China Selatan, Laut Sulawesi, Laut Sulu, Selat Lombok, hingga Alur Laut Kepulauan Indonesia.
Artinya, Indonesia tidak boleh melihat geografi hanya sebagai peta. Geografi harus menjadi strategi. Laut Indonesia bukan halaman belakang, melainkan koridor utama perdagangan, energi, logistik, pertahanan, dan diplomasi kawasan.
Berdasarkan perspektif kajian pertahanan strategis, diplomasi Prabowo juga berkaitan dengan daya tangkal. Daya tangkal bukan hanya soal alutsista.
Daya tangkal juga dibentuk oleh ekonomi yang kuat, energi yang aman, diplomasi yang aktif, dan posisi politik luar negeri yang diperhitungkan. Negara yang kuat tidak hanya memiliki senjata, tetapi juga memiliki jaringan, kredibilitas, dan kemampuan membaca risiko.
Karena itu, diplomasi bebas aktif Indonesia harus tampil lebih percaya diri. Bebas aktif bukan berarti pasif. Bebas aktif bukan berarti diam di tengah rivalitas kekuatan besar.
Bebas aktif berarti Indonesia tidak menjadi subordinat kekuatan mana pun, tetapi tetap aktif membangun perdamaian, menjaga stabilitas kawasan, dan memperjuangkan kepentingan nasional.
BINJAI Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai mengerahkan puluhan personel Satuan Tugas (Satgas) untuk melaksanakan goto
PEMERINTAHAN
BINJAI Dewan Pimpinan Cabang Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depicab SOKSI) Kota Binjai menggelar bakti sosial berupa sun
NASIONAL
MEDAN Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 tahun 2026 hadir dengan konsep baru yang lebih modern, nyaman, dan estetik. Mengusung seman
PARIWISATA
JAKARTA Rentetan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sembilan kepala daerah sepanjan
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, angkat bicara terkait sorotan publik terhadap penunjukan sejumla
PEMERINTAHAN
MEDAN Kemacetan parah terjadi di ruas Jalan MedanBerastagi, Sumatera Utara, pada Sabtu (4/7/2026) malam hingga Minggu (5/7/2026) pagi.
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara
NASIONAL
JAKARTA Korban tewas dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, kembali bertambah. Aiptu Sumar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim Nasional (Timnas) Indonesia menargetkan penampilan maksimal saat berlaga di kandang maupun tandang pada ajang Piala AFF 2026
OLAHRAGA
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sebanyak 55 keping logam platinum dengan total berat sekitar 55 kilogram saat melak
HUKUM DAN KRIMINAL