Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Inilah tantangan diplomasi Prabowo, bagaimana dapat mengubah posisi Indonesia dari sekadar negara besar secara demografi menjadi negara besar secara pengaruh. Tidak cukup hanya menjadi pasar. Indonesia harus menjadi penentu agenda.
Tidak cukup hanya menjadi lintasan jalur laut. Indonesia harus menjadi penjaga stabilitas maritim. Tidak cukup hanya memiliki nikel, pangan, laut, dan penduduk besar. Semua itu harus dikonversi menjadi kekuatan diplomatik.
KTT ASEAN di Filipina menjadi panggung penting untuk menegaskan arah itu. Bahwa diplomasi Indonesia bukan sekadar hadir dalam forum internasional, tetapi membawa pesan jelas bahwa kawasan harus kuat, pangan harus aman, energi harus terjaga, jalur laut harus terbuka, dan negara-negara ASEAN tidak boleh menjadi korban dari konflik kekuatan besar.
Dengan demikian, diplomasi Prabowo akan dinilai dari hasil. Apakah akan mampu membuat posisi Indonesia lebih dihormati? Apakah akan mampu membawa manfaat ekonomi konkret?
Apakah akan mampu menjaga stabilitas kawasan? dan apakah akan mampu menjadikan geografi Indonesia sebagai kekuatan strategis?
Di Tengah Dunia sedang berubah cepat. Di tengah perubahan itu, Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton.
Indonesia harus berdiri sebagai kekuatan tengah yang percaya diri, rasional, dan berdaulat.
Diplomasi Prabowo harus menjadi diplomasi daya ungkit, yakni dapat mengubah letak geografis menjadi pengaruh, mengubah sumber daya menjadi kekuatan dan mengubah kepentingan nasional menjadi kontribusi nyata bagi stabilitas kawasan serta perdamaian dunia.* (news.detik.com)
*) Penulis adalah Dosen Geografi Universitas Muhammadiyah Indonesia dan Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI).
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.