Pria di Siantar Ditangkap usai Sebar Foto Wanita Hasil Edit AI Tanpa Busana di Instagram
MEDAN Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara menangkap seorang pria berinisial TH, warga Pematangsiantar, yang diduga menyebarkan
HUKUM DAN KRIMINAL
Pada masa kolonial, migrasi dari India kembali meningkat. Banyak orang Tamil didatangkan ke Sumatra Timur untuk bekerja di perkebunan tembakau, teh, dan karet. Sebagian lainnya menjadi pedagang tekstil, rempah-rempah, dan perhiasan di berbagai kota pelabuhan.
Hingga kini, komunitas keturunan India masih dapat ditemukan dalam jumlah cukup besar di Sumatra Utara, terutama di Medan dan kawasan bekas perkebunan Deli.
Arab dan Penyebaran Islam
Berbeda dengan komunitas Tionghoa dan India yang identik dengan perdagangan, kedatangan orang Arab memiliki kaitan erat dengan penyebaran Islam.
Para pedagang dari Hadramaut, Yaman, telah berlayar ke Asia Tenggara sejak abad ke-7. Namun migrasi dalam jumlah besar baru terjadi antara abad ke-13 hingga ke-16, beriringan dengan berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.
Mereka tidak hanya berdagang rempah-rempah dan hasil bumi, tetapi juga membangun jaringan pendidikan agama, dakwah, serta hubungan politik dengan penguasa lokal. Melalui perkawinan dengan masyarakat setempat, terbentuk komunitas Arab-Indonesia yang tersebar di Aceh, Palembang, Batavia, Surabaya, Gresik, dan berbagai kota pesisir lainnya.
Banyak keluarga keturunan Arab kemudian memainkan peran penting dalam kehidupan sosial dan politik Indonesia. Salah satu tokoh yang menonjol adalah Abdurrahman Baswedan, diplomat dan pejuang kemerdekaan yang mendorong keterlibatan masyarakat keturunan Arab dalam perjuangan nasional.
Menjadi Bagian dari Bangsa Indonesia
Kemerdekaan Indonesia pada 1945 menghadirkan babak baru bagi seluruh kelompok etnis yang tinggal di Nusantara. Pertanyaan mengenai siapa yang berhak menjadi warga negara Indonesia menjadi perdebatan panjang pada masa awal republik.
Pemerintah kemudian mengatur persoalan tersebut melalui Undang-Undang Nomor 62 Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Regulasi ini menjadi dasar hukum bagi warga keturunan Tionghoa, India, Arab, dan kelompok lainnya untuk memperoleh status sebagai warga negara Indonesia.
Bagi sebagian warga keturunan Tionghoa, proses tersebut tidak selalu sederhana. Perjanjian Dwi Kewarganegaraan Indonesia–Tiongkok yang ditandatangani pada 1955 memberi pilihan untuk menentukan kewarganegaraan. Dalam praktiknya, isu identitas dan loyalitas sering kali menjadi persoalan politik yang sensitif.
Situasi semakin rumit pada masa Orde Baru. Berbagai kebijakan asimilasi diterapkan terhadap warga keturunan Tionghoa, termasuk pembatasan penggunaan bahasa, aksara, dan ekspresi budaya di ruang publik. Kebijakan tersebut baru dicabut setelah Reformasi 1998.
MEDAN Direktorat Reserse Siber Polda Sumatera Utara menangkap seorang pria berinisial TH, warga Pematangsiantar, yang diduga menyebarkan
HUKUM DAN KRIMINAL
SIMALUNGUN Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) terus mengawal percepatan pemulihan infrastruktur pascab
PEMERINTAHAN
SOLOK Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal pemanfaatan tambahan Tra
PEMERINTAHAN
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah menyelesaikan proses verifikasi dan analisis terhadap laporan penolakan grat
NASIONAL
JAKARTA Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 20132021, Yudi Purnomo, menegaskan bahwa klaim kuasa hukum tersang
NASIONAL
JAKARTA Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengkritisi penyerahan penanganan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Jaks
NASIONAL
JAKARTA Nama Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung, Kuntadi, menjadi perhatian publik setelah diusulkan sebagai calon Jaksa
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya menjelaskan isi boks yang dibawa tim penyidik Polri saat mendatangi Gedung Bundar Kejagung,
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja sekaligus bersilaturahmi ke Direktorat
NASIONAL
BINJAI Dosen sekaligus tokoh Kota Binjai, Dr. Agus Purwanto, M.Kesos, memberikan motivasi kepada para siswa baru SMA Negeri 7 Binjai dal
PENDIDIKAN