BREAKING NEWS
Jumat, 05 Juni 2026

Jurnalis, Pilar Keempat Demokrasi yang Harus Menjaga Integritas

BITV Admin - Jumat, 05 Juni 2026 20:58 WIB
Jurnalis, Pilar Keempat Demokrasi yang Harus Menjaga Integritas
Raman Krisna, Anak Kampung Batubara. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:Raman Krisna, Anak Kampung Batubara


JURNALIS sering disebut sebagai pilar keempat demokrasi. Sebutan itu bukan sekadar penghormatan, melainkan pengakuan atas peran penting pers dalam mengawasi jalannya pemerintahan, menyampaikan informasi kepada masyarakat, dan menjadi penghubung antara rakyat dengan para pemegang kekuasaan.

Baca Juga:


Dalam negara demokrasi, masyarakat berhak mengetahui apa yang dilakukan pemerintah, bagaimana uang negara digunakan, dan apakah kebijakan yang dibuat benar-benar berpihak kepada rakyat. Di sinilah peran jurnalis dibutuhkan. Melalui kerja jurnalistik, berbagai informasi dapat disampaikan kepada publik secara terbuka dan bertanggung jawab.

Tugas jurnalis sebenarnya sederhana, tetapi sangat penting. Mereka mencari fakta, melakukan verifikasi, mewawancarai narasumber, lalu menyajikan informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, seorang jurnalis tidak boleh menulis berdasarkan dugaan, fitnah, atau kepentingan pribadi.

Banyak tokoh pers yang telah menunjukkan bagaimana profesi ini dijalankan dengan penuh pengabdian. Nama seperti Roehana Koeddoes, Rosihan Anwar, dan Burhanuddin Mohammad Diah menjadi bagian dari sejarah pers Indonesia. Mereka menggunakan pena dan tulisan untuk memperjuangkan kepentingan bangsa serta menyampaikan suara masyarakat.

Namun, profesi yang mulia ini juga menghadapi tantangan. Tidak dapat dipungkiri, ada sebagian oknum yang mengaku wartawan tetapi tidak memahami tugas dan tanggung jawab jurnalistik. Mereka lebih sibuk mencari keuntungan pribadi daripada mencari kebenaran.

Perilaku seperti meminta uang kepada narasumber, mengancam dengan pemberitaan, atau membuat berita tanpa verifikasi merupakan tindakan yang bertentangan dengan Kode Etik Jurnalistik. Perbuatan seperti itu bukan hanya merugikan pihak lain, tetapi juga merusak citra profesi wartawan secara keseluruhan.

Akibat ulah segelintir oknum, muncul pandangan negatif terhadap wartawan. Padahal, masih banyak jurnalis yang bekerja siang dan malam, turun ke lapangan, menghadapi berbagai risiko, dan tetap berusaha menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Karena itu, integritas menjadi modal utama seorang jurnalis. Seorang wartawan harus mampu menolak segala bentuk intervensi, tekanan, maupun iming-iming yang dapat memengaruhi independensinya. Ketika seorang jurnalis kehilangan integritas, maka kepercayaan publik terhadap karya jurnalistik juga akan hilang.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa kritik yang disampaikan pers bukanlah bentuk permusuhan. Kritik yang berdasarkan fakta justru merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial. Dengan adanya pengawasan dari pers, penyelenggara negara dapat bekerja lebih transparan dan bertanggung jawab.

Di era media sosial saat ini, tugas jurnalis semakin berat. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, termasuk informasi yang belum tentu benar. Oleh sebab itu, kehadiran jurnalis profesional menjadi semakin penting untuk memastikan bahwa masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan tidak menyesatkan.

Pada akhirnya, wartawan sejati bukanlah mereka yang bangga dengan kartu pers yang dimiliki, melainkan mereka yang mampu menjaga kepercayaan publik melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas. Kehormatan seorang jurnalis tidak diukur dari seberapa sering ia tampil, tetapi dari seberapa besar manfaat informasi yang ia berikan kepada masyarakat.

Pers akan tetap menjadi pilar keempat demokrasi selama para jurnalisnya menjaga integritas, menjunjung tinggi kode etik, dan menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. Ketika itu dilakukan, profesi jurnalis akan terus dihormati dan menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga demokrasi Indonesia.

Jurnalisme bukan sekadar profesi. Jurnalisme adalah tanggung jawab untuk menjaga kebenaran di tengah derasnya arus informasi dan berbagai kepentingan yang saling berebut pengaruh.*


*)Penulis AdalahRaman Krisna, Anak Kampung Batubara

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Nabi Ibrahim Mengajarkan Pemimpin untuk Mendoakan Rakyat, Bukan Menindas
Bolehkah Polisi Jadi Anggota Ormas? DPR Usulkan Aturan Khusus dalam RUU Polri
1.015 Pelari dari 34 Negara Ramaikan Trail of The Kings by UTMB 2026 di Samosir
17 Sekolah di Aceh Tengah Masuk Zona Merah, Pemerintah Siapkan Relokasi
Mensos Gus Ipul: Tak Ada “Zona Aman” bagi Pelaku Korupsi, Akan Dikejar hingga Pensiun
Isu Reshuffle Kabinet Mengemuka, Istana Angkat Bicara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru