BREAKING NEWS
Selasa, 28 Juli 2026

Membaca Putusan Sela Dokter Tifa dan Kalkulasi Pilihan Rasional

Administrator - Senin, 27 Juli 2026 12:01 WIB
Membaca Putusan Sela Dokter Tifa dan Kalkulasi Pilihan Rasional
Terdakwa kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa (kanan) menjalani sidang perdananya di PN Jatim, Jakarta, Kamis (2/7/2026). (Foto: Fauzan/Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Namun, kalkulasi politik tidak pernah bersifat statis.

Pilihan penuntut umum untuk mengambil langkah sebaliknya—seperti merapikan berkas dan melimpahkannya ulang—tetap terbuka lebar jika variabel insentifnya bergeser.

Jika membiarkan isu ini mengendap dinilai justru memberi panggung kemenangan narasi terlalu besar bagi terdakwa, maka biaya politik dari berdiam diri bisa diperhitungkan jauh lebih tinggi daripada risiko bertarung di persidangan.

Dalam skenario pembalikan tersebut, melimpahkan ulang berkas dimanfaatkan sebagai panggung ketegasan hukum untuk mematikan spekulasi publik secara permanen.

Pilihan ini sangat bergantung pada keberanian pelapor menghadapi pemeriksaan silang demi kepastian hukum mutlak.

Jika kalkulasi risiko bertarung di sidang terbuka tetap dianggap terlalu tinggi, besar kemungkinan kasus ini akan dibiarkan mengendap secara perlahan.

Sebuah akhir yang rasional secara kalkulasi kekuasaan.

Namun menyisakan catatan kritis bagi penegakan hukum kita bahwa kepastian dan kebenaran materiil sering kali harus mengalah pada pertimbangan efisiensi panggung politik.*(nasional.kompas.com)


*) Penulis adalah Pemerhati Sosial Politik dan Kebijakan Publik, Alumni Magister Ilmu Politik Universitas Airlangga

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kasat Narkoba Polres Tangsel dan Enam Anggota Ditangkap Bareskrim, Terlibat Kasus Peredaran Gelap Narkotika
Lima Orang Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Pria hingga Tewas di Tabanan, KSP Dudung: Main Hakim Sendiri Bukan Budaya Indonesia
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan, Minta Status Tersangka Kasus Korupsi MBG Dibatalkan
Febrie Adriansyah Minta Maaf kepada Prabowo dan Jaksa Agung: Izinkan Saya Membuktikan Kebenaran
Survei SMRC: 42,8 Persen Publik Nilai Kondisi Politik Nasional Memburuk di Era Pemerintahan Prabowo
Prabowo Resmi Bentuk 7 Kejari Baru di Indonesia, Ini Daftar Wilayahnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru