Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Oleh:Eben E. Siadari
SPEKULASI Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), akan maju sebagai kandidat pada Pilpres 2029 menarik untuk dicermati.
Meskipun AHY telah menyampaikan klarifikasi atas berbagai 'kecurigaan' terhadap sinyal dan gestur pidato politiknya, menarik untuk menganalisis konstelasi kontestasi politik tahun 2029 bila AHY memutuskan untuk turut bertarung.
Baca Juga:
Bila AHY maju pada Pilpres 2029 (sebagai capres atau cawapres), persaingan akan ditandai oleh semakin banyaknya anak presiden yang terjun ke medan laga.
(Catatan: tulisan ini memilih menggunakan sebutan anak presiden ketimbang anak mantan presiden, mengikuti tradisi mempertahankan sebutan presiden kepada para mantan presiden).
AHY kemungkinan akan bertarung dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang juga putra dari Presiden Jokowi.
Gibran diperkirakan akan maju, baik berpasangan dengan Presiden Prabowo atau alternatif lain.
Puan Maharani, ketua DPR saat ini yang merupakan putri dari presiden ke-5 RI belum menunjukkan sinyal ke arah itu.
Namun, peluang itu tidak berarti tertutup sepenuhnya.
Status Anak Presiden sebagai Modal Kultur
Dari perspektif sosiologis, status sebagai anak presiden merupakan modal budaya (culture capital) yang penting.
Menurut Pierre Bourdieu (1986) dalam 'The Form of Capital,' modal budaya adalah aset non-finansial yang sangat berharga yang diwariskan melalui keluarga.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.