BREAKING NEWS
Selasa, 22 September 2026

Jika Kekuasaan Lebih Suka Diberi Tepuk Tangan

Redaksi - Selasa, 22 September 2026 13:21 WIB
Jika Kekuasaan Lebih Suka Diberi Tepuk Tangan
Presiden Prabowo Subianto di HUT ke-28 Partai Amanat Nasional, 18 September 2026. (foto: PAN/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Di balik kecepatan dan kemajuan yang diantarkan oleh internet, ruang-ruang media sosial sedang mengonfirmasi hukum Sturgeon bahwa "90 persen dari semua hal adalah sampah".

Saking merindingnya, Nichols menyatakan besarnya ukuran dan volume internet serta ketidakmampuannya memisahkan pengetahuan yang bermakna dari keributan acak telah menyebabkan informasi yang baik akan selalu dirubung informasi yang buruk dan aneh.

Ini tragedi yang celakanya belum mampu dikendalikan.

Buku Nichols mengambil Amerika Serikat sebagai ruang lingkup, tapi sesungguhnya fenomena matinya kepakaran dapat dirasakan di sini (Indonesia) dan saat ini.

Ketika situasi tersebut belum lagi membaik dan pulih, kini pakar harus berurusan dengan satu hal yang besar, yakni kekuasaan.

Ini bukan kabar baik karena yang terjadi adalah delegitimasi terhadap seseorang yang beratribusi pakar atau ahli.

Saya menduga ucapan presiden tentang "pakar" ini bukan untuk seluruh orang, tapi orang tertentu. Hal itu dapat dilacak dari kalimat yang mendahuluinya.

"Tidak ada anak-anak Indonesia yang berangkat ke sekolah, kelaparan. Tidak ada anak-anak Indonesia yang stunting yang tidak dapat gizi sehingga tulangnya lemah, ototnya lemah, sel otaknya lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain. Saya tidak ingin melihat itu."

Setiap jeda kalimat, pidato itu direspons hadirin dengan tepuk tangan.

Mencermati kalimat tersebut, publik paham bahwa yang dimaksud dalam pidato itu adalah tentang makan bergizi gratis (MBG), program andalan pemerintahan hasil Pemilu 2024 ini.
Sebelumnya, ketika menerima sejumlah jurnalis di Hambalang, presiden juga menegaskan apa salahnya MBG? Apa salahnya dengan Koperasi Desa Merah Putih?

Di sini tampak perbedaan dalam menyikapi masalah.

Suara kritik terus-menerus mengedepankan problem atas pelaksanaan MBG di lapangan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Lagi! 5 Siswa dan 1 Guru di Karo Mual dan Pusing Usai Santap MBG, Penyebab Masih Diselidiki
Sambut HUT TNI ke-81, Kodam I/BB Gelar Bazar dan Pasar Murah di 3 Kota Sumut
Kabar Terbaru Febiona Purba, Korban Keracunan MBG di Karo: Kini Kembali Bersekolah, Kondisinya Disebut Membaik
Banjir Terjang Berngam Binjai Saat Warga Terlelap, Ketinggian Air Capai 50 Cm
Panen Padi Pakai Combine Harvester, Bupati Batu Bara Targetkan Air Putih Jadi Sentra Padi
Bupati Labusel Serahkan Bantuan Pendidikan Baznas kepada 22 Mahasiswa: Jangan Berhenti Kejar Cita-Cita
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru