Kritik terhadap Pemerintah Penting, Gerindra: Yang Bermasalah Adalah Niat untuk Menghancurkan
JAKARTA Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam ke
NASIONAL
JAKARTA –Ribuan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berangkat dari kampusnya di Depok menuju Gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta. Mereka bergabung dengan massa lainnya dalam unjuk rasa yang menolak pengesahan Revisi Undang-Undang Pilkada yang dianggap mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Aksi ini menjadi sorotan karena melibatkan ribuan mahasiswa dan memperlihatkan keterlibatan aktif mahasiswa dalam isu-isu politik yang penting bagi demokrasi Indonesia.
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UI menunjukkan mobilisasi mahasiswa yang cukup terorganisir. Puluhan bus dan angkot disiapkan untuk mengangkut ribuan mahasiswa UI menuju Jakarta. Para mahasiswa mengenakan seragam khas, yaitu baju hitam dan jaket kuning (Jakun UI), sebagai simbol solidaritas dan dukungan terhadap aksi tersebut. Spanduk-spanduk dengan pesan kritis seperti “Tolak Politik Dinasti” dan “Jangan Obok-Obok Demokrasi Kami” juga menghiasi bus yang membawa mereka.
Verrel Uziel, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), menjelaskan bahwa agenda hari ini adalah untuk mengawal Putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024. Putusan MK tersebut dianggap penting karena berusaha digagalkan oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melalui pengesahan Revisi UU Pilkada. Menurut Verrel, revisi ini akan berdampak negatif pada proses demokrasi dan berpotensi merugikan rakyat.
“Agenda hari ini tentu kita ingin mengawal Putusan MK yang kemarin sudah diterbitkan, tetapi berusaha untuk dianulir, digagalkan oleh DPR dengan menerbitkan RUU Pilkada. Maka dari itu, mahasiswa UI akan hadir di DPR RI untuk mengawal dan memastikan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat kita tidak membuat kebijakan yang tidak dikehendaki oleh rakyat,” ujar Verrel saat ditemui di UI sebelum keberangkatan.
Menurut data terbaru, sekitar 1.100 mahasiswa UI diperkirakan akan hadir di DPR untuk mendukung aksi ini. Selain itu, hadir juga BEM se-UI dan perwakilan dari 15 BEM Fakultas yang ada di Universitas Indonesia. Kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan kolektif dari seluruh elemen mahasiswa UI terhadap penegakan prinsip-prinsip demokrasi dan pemilihan umum yang adil.
Sementara itu, Rapat Paripurna DPR dengan agenda pengesahan RUU Pilkada sempat ditunda akibat jumlah anggota yang tidak memenuhi kuorum. Penundaan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat untuk terus menyuarakan pendapat dan memperjuangkan kepentingan publik terkait dengan Revisi UU Pilkada.
Aksi unjuk rasa ini menunjukkan betapa pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses politik dan penegakan hukum di Indonesia. Mahasiswa UI, melalui aksi ini, mengingatkan bahwa suara rakyat harus didengarkan dan diakomodasi dalam setiap pengambilan keputusan yang berdampak pada kehidupan publik. Semangat dan keberanian mereka dalam memperjuangkan prinsip-prinsip demokrasi patut diacungi jempol dan menjadi contoh bagi seluruh elemen masyarakat lainnya.
(N/014)
JAKARTA Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam ke
NASIONAL
ACEH Upaya rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunj
PERTANIAN AGRIBISNIS
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menerima kunjungan silaturahmi jajaran Program Keluarg
PEMERINTAHAN
ASAHAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan menggelar Rapat Paripurna untuk mendengarkan pendapat akhir fraksifraksi
PEMERINTAHAN
MEDAN Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Smartboard senilai Rp29,5 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat mengungkap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., meminta aparat penegak huku
HUKUM DAN KRIMINAL
PEMATANGSIANTAR Tiga tersangka yang sempat masuk daftar pencarian dalam kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria di kawasan Taman
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Aksi petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Sumatera Utara, Jeka Saragih, yang turun langsung memperbaiki jalan provinsi di dekat
NASIONAL
BANDA ACEH Bhayangkara Fest 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 terus menghadirkan berbagai kegiatan mena
NASIONAL
PURWOKERTO Jajaran rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama mahasiswa menyatakan penolakan terhadap program Makan Bergiz
PERISTIWA