RI Siapkan Impor 100 Ribu Tabung CNG untuk Gantikan LPG 3 Kg
JAKARTA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan rencana impor sekitar 100 ribu tabung compressed natural gas (CNG)
EKONOMI
Jakarta – Telkom melalui layanan digital Netmonk Prime kini mengincar sektor perbankan sebagai target untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan jaringan. Netmonk Prime memungkinkan perusahaan di industri keuangan dan perbankan untuk memantau kinerja jaringan, server, serta Web/API dengan cara yang lebih andal dan mudah dibandingkan metode manual. Monitoring jaringan sangat krusial di sektor perbankan, mengingat tingginya volume transaksi dan layanan yang melibatkan data sensitif.
Dengan Netmonk Prime, tim IT dapat melacak kecepatan transfer data, konektivitas antar-cabang, serta memantau status mesin ATM dan layanan perbankan online secara real-time. Hal ini bertujuan untuk memastikan operasional berjalan lancar tanpa hambatan. Selain itu, Netmonk Prime juga memainkan peran penting dalam aspek keamanan. Layanan ini mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan, seperti percobaan serangan siber atau anomali dalam lalu lintas data yang dapat mengancam keamanan sistem perbankan.
Komang Budi Aryasa, EVP Digital Business Telkom, menjelaskan bahwa Netmonk Prime membantu perusahaan untuk mengidentifikasi kapan waktu yang tepat untuk meningkatkan kapasitas jaringan, proaktif menjaga kualitas layanan, serta mendeteksi potensi masalah sejak dini. Dengan kemampuan analisis pola penggunaan jaringan, perusahaan dapat mengoptimalkan pemeliharaan jaringan tanpa mengganggu operasional utama.
“Netmonk Prime memungkinkan perusahaan untuk melihat pola penggunaan jaringan dengan lebih detail, termasuk saat peak hours dan waktu dengan penggunaan rendah, sehingga pemeliharaan dapat dijadwalkan tanpa mengganggu operasional utama,” ujar Komang.
Layanan ini juga memberikan laporan yang membantu menentukan waktu yang ideal untuk menambah kapasitas jaringan, seiring dengan pertumbuhan bisnis yang terus meningkat. Di sektor perbankan, kebutuhan akan server yang andal dan aman sangatlah kompleks. Bank perlu mengelola data transaksi finansial dengan cepat, aman, dan efisien, yang mengharuskan adanya server dengan tingkat keamanan tinggi untuk menjaga data nasabah dari ancaman peretasan dan kebocoran informasi.
Selain itu, server harus mampu menangani penyimpanan data berskala besar dan kompatibilitas dengan sistem lama yang masih banyak digunakan oleh bank. “Kondisi server yang mengalami latensi atau keterlambatan jaringan tinggi bisa berisiko besar bagi reputasi suatu bank. Oleh karena itu, kualitas jaringan yang stabil dan aman menjadi kunci keberhasilan operasional perbankan,” tambah Komang.
(christie)
JAKARTA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan rencana impor sekitar 100 ribu tabung compressed natural gas (CNG)
EKONOMI
BANGKALAN Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Bangkalan Bersatu menggeruduk kantor DPRD Bangkalan, Senin (18/5/2026). Mer
PEMERINTAHAN
MANDAILING NATAL Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 3,2 mengguncang wilayah Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, pada Senin
PERISTIWA
JAKARTA Suasana hangat dan penuh kebahagiaan mewarnai resepsi pernikahan Anselmus Agung Sulaksana dan Tri Sony Saragih yang digelar di J
NASIONAL
SEMARANG Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) RI Farida Farichah mendorong civitas akademika dan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNN
PENDIDIKAN
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menegaskan bahwa percepatan pemulihan d
PEMERINTAHAN
MEDAN Tim gabungan lintas instansi yang dipimpin Den Intel Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) I Belawan berhasil menggagalkan upaya penyel
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH TAMIANG Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk meninjau progres
NASIONAL
JAKARTA Mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy selesai menjalani pemeriksaan oleh Ko
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo merespons santai desakan sejumlah pihak yang menyarankan dirinya mundur dari jabatan
EKONOMI