Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BANDA ACEH – Momentum libur panjang dan menjelang Hari Raya Idul Adha dimanfaatkan banyak masyarakat untuk berwisata ke Aceh.
Sejak 26 Mei hingga Minggu, 31 Mei 2026, sejumlah destinasi wisata di Banda Aceh dan sekitarnya terpantau ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebagai salah satu destinasi wisata religi unggulan di Tanah Air, Banda Aceh terus menarik minat wisatawan yang ingin menikmati perpaduan sejarah, budaya, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat.
Baca Juga:
Peningkatan jumlah pengunjung terlihat di sejumlah titik wisata, termasuk kawasan Pelabuhan Ulee Lheue yang menjadi pintu gerbang menuju Pulau Weh, Sabang.
Aktivitas penyeberangan wisatawan menuju Sabang tampak lebih sibuk dibanding hari biasa.
Salah seorang wisatawan asal Medan, Pristiwati, mengaku memilih Aceh sebagai tujuan liburan karena menawarkan pengalaman wisata yang menarik dengan biaya yang relatif terjangkau.
"Wisata ke Aceh menurut saya cukup murah dibandingkan daerah lain. Aceh aman, masyarakatnya ramah, lingkungannya bersih, dan biaya tiket masuk maupun parkir juga masih terjangkau," ujarnya.
Pristiwati mengaku telah enam kali berkunjung ke Aceh dan masih menemukan banyak hal menarik untuk dijelajahi di provinsi paling barat Indonesia tersebut.
Hal senada disampaikan wisatawan asal Tapanuli Selatan, Jirun Siregar.
Menurut dia, Aceh memiliki banyak destinasi bersejarah yang sarat nilai religius dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Beberapa lokasi yang dikunjunginya antara lain Masjid Raya Baiturrahman, Monumen Tsunami Aceh, PLTD Apung, Kapal Apung Lampulo, hingga Kubah Masjid yang tersisa di tengah area persawahan sebagai saksi dahsyatnya bencana tsunami 2004.
"Tempat-tempat ini menurut saya wajib dikunjungi karena memiliki nilai sejarah yang sangat kuat dan menjadi pengingat bagi generasi sekarang tentang peristiwa tsunami Aceh," katanya.
Selain wisata sejarah, Aceh juga dikenal memiliki destinasi wisata religi berupa makam para ulama besar yang berpengaruh dalam perkembangan Islam di Nusantara.
Di antaranya makam Syekh Abdurrauf As-Singkili atau Syiah Kuala di kawasan Lamdingin serta sejumlah makam ulama lainnya yang menjadi tujuan ziarah masyarakat.
Meningkatnya jumlah wisatawan juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil di kawasan wisata.
Firman, seorang pedagang asongan di sekitar Pelabuhan Ulee Lheue, mengaku merasakan peningkatan pendapatan selama masa libur panjang.
Menurut dia, kendaraan dari luar daerah terus berdatangan sejak menjelang Hari Meugang hingga akhir pekan.
Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat, tetapi juga dari Riau hingga Pulau Jawa.
"Alhamdulillah, kunjungan wisatawan membawa tambahan rezeki bagi kami para pedagang kecil," ujarnya.
Firman berharap pemerintah terus meningkatkan sarana dan prasarana pendukung pariwisata, termasuk pengembangan wisata bahari dan wisata memancing yang dinilai memiliki potensi besar di Aceh.
Ia juga mengajak seluruh wisatawan untuk ikut menjaga kebersihan dan ketertiban di kawasan wisata agar daya tarik destinasi Aceh tetap terjaga.
Dengan kekayaan sejarah, budaya, wisata religi, dan keramahan masyarakatnya, Aceh terus menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik, terutama saat musim liburan dan hari besar keagamaan.*
(ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.