Ketua DPRD Sumut Desak Dirut Pertamina Evaluasi Total Sumbagut, Soroti Antrean BBM yang Kian Parah
MEDAN Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Arni Sitorus mendesak Direktur Utama PT Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh
POLITIK
BAHRAIN -Konferensi pers menjelang pertandingan antara Timnas Indonesia dan Bahrain di Bahrain National Stadium menjadi momen menarik, terutama ketika jurnalis Bahrain mengingat kembali kekalahan telak Timnas Indonesia 10-0 dari Bahrain di tempat yang sama, lebih dari satu dekade lalu.
Calvin Verdonk, bek Timnas Indonesia, duduk di samping pelatih Shin Tae-yong. Ketika pertanyaan terkait kekalahan 10-0 tersebut dilontarkan, senyum kecut langsung menghiasi wajah Verdonk. Senyuman itu seolah menyiratkan keyakinan bahwa kualitas Timnas Indonesia saat ini jauh berbeda dibandingkan dengan 12 tahun yang lalu.
“Di pertandingan terakhir antara Bahrain dan Indonesia di stadion ini, hasilnya 10-0 untuk kemenangan Bahrain. Apakah itu berarti sesuatu bagi Anda sebagai pelatih besok?” tanya seorang jurnalis asal Bahrain. Pertanyaan ini jelas mengingatkan para penggemar akan memori pahit tersebut, namun bagi Verdonk dan timnya, itu adalah masa lalu yang tak lagi relevan.
Kekalahan 10-0 yang terjadi pada 29 Februari 2012, dilatarbelakangi oleh dualisme dalam tubuh PSSI yang saat itu membagi pemain menjadi dua kubu: Liga Primer Indonesia (LPI) dan Liga Super Indonesia (LSI). Hal ini berpengaruh besar pada performa tim, di mana para pemain yang turun dalam pertandingan itu bukanlah yang terbaik yang dimiliki Indonesia saat itu.
Kini, di bawah kepemimpinan Erick Thohir, PSSI telah menunjukkan kekuatan dan soliditas yang membuat Timnas Indonesia semakin kompetitif. Verdonk menegaskan bahwa kondisi saat ini sangat berbeda. “Menurut saya, sepak bola Indonesia sedang berkembang. Kami memiliki tim yang sangat bagus dengan banyak pemain berkualitas,” ujarnya.
Keberadaan pemain-pemain yang kini merumput di Eropa juga menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan performa Timnas. Dalam dua laga awal Grup C, Indonesia berhasil menahan imbang dua tim kuat seperti Arab Saudi dan Australia, menandakan bahwa tim ini telah mengalami kemajuan signifikan.
“Saya percaya bahwa kami bisa menunjukkan performa terbaik kami melawan Bahrain. Kami memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan ingin membuktikan bahwa kami tidak sama dengan tim yang dulu,” tegas Verdonk, menambahkan harapan tim untuk meraih hasil positif di laga malam ini.
Menjelang laga, suasana tim pun semakin optimis. Kombinasi pengalaman dan semangat juang para pemain menjadi modal penting bagi Timnas Indonesia untuk menghadapi tantangan di pentas internasional. Apakah Verdonk dan rekan-rekannya dapat mengubah sejarah dan menorehkan hasil positif melawan Bahrain malam ini? Semua mata akan tertuju pada laga yang dimulai pukul 23.00 WIB ini.
Dari konferensi pers tersebut, tampak jelas bahwa meskipun memori kelam masih membayangi, Timnas Indonesia kini siap menghadapi Bahrain dengan keyakinan dan semangat baru, berharap untuk menciptakan sejarah yang berbeda
(N/014)
MEDAN Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Arni Sitorus mendesak Direktur Utama PT Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh
POLITIK
JAKARTA Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H.,
NASIONAL
MEDAN Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., me
NASIONAL
DELISERDANG Prestasi membanggakan kembali datang dari Sumatera Utara. Caroline Cicilia Nababan, siswi kelas I SD Negeri 18 Rantau Selata
PENDIDIKAN
BENER MERIAH Pemerintah pusat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di kawasan Tanah Gayo, Aceh. Dalam kurun wak
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat menindaklanjuti tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 sebes
PEMERINTAHAN
MEDAN Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi motor penggerak lahirny
NASIONAL
MEDAN Kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (15/7/2026), diwarnai interup
NASIONAL
MEDAN Kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (15/7/2026), tak sekadar memb
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan mempertanyakan mekanisme verifikasi dalam proses seleksi Taruna Akademi Militer (Akmil)
NASIONAL