Gelap Berjam-jam, PLN Dipertanyakan: Di Mana Kesiapan Negara Melayani Rakyat?
Pemadaman listrik massal kembali terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, hingga Aceh
PERISTIWA
JAKARTA -Di sebuah pagi yang bersemangat, Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut kedatangan seorang tokoh politik yang cukup mencuri perhatian, Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. Langkah mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu terarah menuju ruang pemeriksaan, dipandu oleh keinginan taat hukum sebagai seorang warga negara.
Pukul 09.38 WIB, Hasto tiba di depan Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, sambutannya singkat namun tegas. Dihadapkan pada deretan mikrofon dan lensa kamera yang menyorot wajahnya, ia menegaskan komitmennya: “Sesuai komitmen saya sebagai warga negara yang taat hukum, hari ini datang memenuhi panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi.”
Saat itu, ia tampak tenang, layaknya seorang pelaut yang mengarungi lautan badai dengan keyakinan yang teguh. Namun, pertanyaan tersemat dalam benak banyak orang: di mana Harun Masiku, tersangka korupsi yang masih buron?
Tanpa kehilangan kekhusyukan, Hasto menjawab pertanyaan yang menggantung itu dengan satu kata, “Nanti, nanti.” Kata-kata singkat itu membawa aura misteri, mendorong rasa ingin tahu yang semakin memuncak.
Namun, hari itu bukanlah tentang Harun Masiku semata. Lebih dari sekadar keberadaan satu tersangka, KPK sedang merajut kisah panjang perjuangan melawan korupsi, sejalan dengan upayanya dalam menggencarkan penyidikan kasus pergantian antarwaktu.
Pemeriksaan hari itu bukanlah pertama bagi Hasto. Baginya, ini merupakan kali ketiga ia diperiksa terkait kasus yang sama. Sejak Januari dan Februari 2020, ia telah menjadi saksi bagi KPK dalam upaya mereka membersihkan ranah politik dari korupsi.
Seiring langkahnya yang mantap memasuki Gedung KPK, berbagai spekulasi dan harapan menyelimuti pikiran banyak orang. Bagaimana pemeriksaan kali ini akan berlangsung? Apakah akan membawa jawaban atas misteri keberadaan Harun Masiku?
Demikianlah, di tengah hiruk pikuk pemeriksaan dan riuh rendah pertanyaan, Hasto Kristiyanto melanjutkan langkahnya, memegang teguh prinsip taat hukum, sambil membawa satu-satunya bekal: surat undangan dari KPK.
Di ujung koridor keadilan, masih terdengar desiran harapan: harapan akan keadilan yang tegak, harapan akan pemberantasan korupsi yang menyeluruh. Dan dalam cerita yang terus bergulir, nama Hasto Kristiyanto menjadi satu lembaran penting, mengukir jejak dalam kisah perjuangan melawan korupsi di tanah air.
(N/014)
Pemadaman listrik massal kembali terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, hingga Aceh
PERISTIWA
JAKARTA Koordinator Tim Hukum Troya, Refly Harun, mendesak Polda Metro Jaya untuk menghentikan penanganan perkara yang menyeret kliennya
NASIONAL
JAKARTA Tim hukum Troya (Tifa and Roy&039s Advocate) berencana melaporkan Wakil Ketua Peradi Bersatu, Lechumanan ke pihak kepolisian.
NASIONAL
JAKARTA Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menegaskan bahwa misi kemanusiaan untuk Gaza tidak akan berhenti meski sembilan relawan war
INTERNASIONAL
JAKARTA Pemerintah menyatakan kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih berada dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan saat krisis
EKONOMI
JAKARTA Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyoroti kinerja sejumlah pejabat di lingkungan kementeriannya yang dinilai menyebabk
PEMERINTAHAN
JAKARTA PT PLN (Persero) mengungkap penyebab gangguan listrik yang menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2
NASIONAL
BANDA ACEH Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh memeriksa sebanyak 15 saksi terkait kasus kebakaran dan pengrusakan yang terjadi
HUKUM DAN KRIMINAL
SUMATRA UTARA Pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Utara pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Peristiwa yang terjadi se
PERISTIWA
DENPASAR TNI Angkatan Darat (AD) menyatakan kesiapan penuh mendukung pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan di Provinsi Bali. Duk
NASIONAL