DPR Desak Karhutla Ditetapkan Bencana Nasional: “Kalimantan Seperti Setengah Neraka”
JAKARTA Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak pemerintah segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimanta
NASIONAL
JAKARTA -Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri menghadirkan sejumlah pemikiran penting dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam posisinya sebagai Amicus Curiae atau Sahabat Pengadilan untuk MK, Megawati menyoroti aspek keadilan, supremasi hukum, dan tanggung jawab etis yang harus dijunjung tinggi oleh hakim Mahkamah Konstitusi.
Megawati berharap proses sengketa tersebut dipenuhi oleh keadilan dan kebenaran yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila, sebagai fondasi utama kehidupan bernegara bagi rakyat Indonesia. Dalam tulisannya, Megawati menekankan pentingnya keadilan substantif yang mesti ditegakkan oleh para hakim MK. Hal ini sejalan dengan prinsip negarawan yang mengedepankan kepentingan bangsa dan negara sebagai hal yang paling utama.
Menyikapi peran hakim MK, Megawati menegaskan perlunya sikap negarawan yang bertanggung jawab terhadap terciptanya keadilan substantif. Supremasi hukum, budaya hukum, dan keteladanan aparat penegak hukum menjadi satu kesatuan yang esensial dalam upaya menjaga keadilan dan kebenaran.
Dalam konteks praktik politik, Megawati juga mengingatkan tentang motif nepotisme dan penyalahgunaan kekuasaan yang dapat terjadi dalam proses pemilihan umum (Pemilu). Dugaan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) juga menjadi sorotan serius Megawati, mengingat pengerahan aparatur negara untuk kepentingan tertentu yang telah berlangsung sejak tahun 1971.
Lebih lanjut, Megawati mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan dalam mengambil keputusan, terutama bagi para hakim MK. Belajar dari pengalaman sebelumnya, Megawati menekankan agar putusan yang diambil tidak kontroversial dan selalu mengedepankan supremasi hukum serta kepentingan negara yang lebih besar.
Dalam konteks politik dan hukum yang kompleks, harapan Megawati Soekarnoputri adalah agar proses sengketa hasil Pilpres 2024 dapat memberikan keadilan yang sejati dan menjaga integritas hukum serta kepentingan nasional.
(K/09)
JAKARTA Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak pemerintah segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimanta
NASIONAL
NIAS BARAT Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan anggaran Rp 5,3 miliar untuk merehabilitasi Puskesmas Mandrehe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengkhawatirkan adanya praktik pembelian rumah susun (rusun) untuk
EKONOMI
JAKARTA Terbitnya Surat Edaran Mahkamah Agung atau SEMA Nomor 3 Tahun 2026 dinilai dapat mengubah strategi tersangka dan kuasa hukumnya d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pengamat politik Center for Indonesian Reform (CIR), Subhan Akbar, menilai peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk ma
POLITIK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke7 RI Joko Widodo menghadiri prosesi akad nikah Kepala Sekretaris Presiden (Kasespri) R
NASIONAL
JAKARTA Nama Mulyono alias Nono muncul dalam konstruksi perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Ke
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Tim Opsnal Ranmor Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh mengungkap kasus dugaan perampasan sepeda motor di wilayah huku
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sejumlah tokoh nasional menghadiri akad nikah Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah, dengan Chika
NASIONAL
JAKARTA Harga emas Antam bergerak fluktuatif sepanjang pekan terakhir, 1723 Agustus 2026. Meski sempat turun cukup dalam, harga emas ba
EKONOMI