BREAKING NEWS
Sabtu, 21 Februari 2026

Berikut Tata Cara Salat Idul Fitri 2024, Berjemaah dan Sendirian

BITVonline.com - Selasa, 09 April 2024 02:31 WIB
Berikut Tata Cara Salat Idul Fitri 2024, Berjemaah dan Sendirian
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BITVONLINE.COM -Setelah menjalani bulan Ramadan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan dalam beribadah, umat Islam di seluruh dunia bersiap-siap untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Salah satu amalan yang dianjurkan pada hari yang penuh kebahagiaan ini adalah melaksanakan salat sunah Idul Fitri, yang juga dikenal sebagai salat Id.

Menyimak anjuran yang tertera dalam kitab Nihayatuz Zain karya Syekh Nawawi Banten, salat Idul Fitri merupakan salah satu sunah yang khusus disyariatkan untuk umat Islam. Bagi umat Muslim, pelaksanaan salat Id merupakan bagian dari ekspresi syukur atas nikmat selesai menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

القسم الثاني من النفل المؤقت وهو ما تسن فيه الجماعة (صلاة العيدين) الأصغر والأكبر وهي من خصائص هذه الأمة

“Jenis kedua dari salat sunnah yang ditentukan waktunya adalah shalat yang dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah adalah (salat dua Id, yaitu Idulfitri dan Iduladha). Salat Id disyariatkan khusus untuk umat Nabi Muhammad SAW,”

Tata Cara Salat Idul Fitri:

Membaca Niat Salat Idul Fitri:

– Niat salat Id secara berjamaah sebagai Imam

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلهِ تَعَــــالَى

Usholli rak’ataini sunnatan ai’idil fitri imaman lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat salat sunah Idul Fitri dua rakaat menjadi imam karena Allah ta’ala.”

– Niat salat Id secara berjamaah sebagai Makmum

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَــــالَى

Usholli rak’ataini sunnatan ai’idil fitri ma’muman lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat salat sunah Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta’ala.”

– Niat salat Id munfarid (sendirian)

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat salat sunah Idul Fitri dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Sebelum memulai salat Id, penting untuk membaca niat salat Idul Fitri. Niat ini dapat dibaca di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram pada takbir pertama. Takbiratul Ihram dan Takbir-takbir Berikutnya: Setelah membaca niat, takbiratul ihram dilakukan diikuti dengan tujuh kali takbir pada rakaat pertama dan lima kali takbir pada rakaat kedua. Takbir ini juga disertai dengan bacaan tasbih yang menyatakan kebesaran Allah. Membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Al-A’la: Setelah takbiratul ihram, dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Fatihah diikuti dengan Surah Al-A’la pada rakaat pertama.

Di sela-sela takbir membaca bacaan tasbih berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar

“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

Ataupun membaca bacaan berikut:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Allahu akbar kabira, wal hamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.” Gerakan Rukuk dan Sujud: Salat Idul Fitri melibatkan gerakan rukuk, sujud, iktidal, dan duduk di antara dua sujud seperti dalam salat wajib lainnya.

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana rabbiyal ‘alaa wa bihamdih

Artinya: Maha suci Rabb-ku yang Maha Tinggi dan memujilah aku kepada-Nya

Iktidal dengan Tumakninah Iktidal sembari membaca doa iktidal berikut:

رَبَّنَا لَك الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْت مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Rabbana lakal hamdu mil ‘us samaawaati wa mil ul ardhi wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du.

Artinya: Ya Allah Ya Tuhan kami, bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.

 

Sujud dengan Tumakninah

Sujud sembari membaca bacaan sujud berikut sebanyak 3 kali:

سُبْحَانَ رَبِّي الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaanakallahumma robbanaa wa bihamdika allahummaghfirlii.

Artinya: “Mahasuci Engkau ya Allah, Tuhan kami.

 

Duduk di antara Dua Sujud

Duduk di antara dua sujud sembari membaca doa berikut:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya, “Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki, dan petunjuk untukku.”

 

Sujud dengan Tumakninah

Sujud sembari membaca bacaan sujud sebanyak 3 kali kemudian duduk sejenak sebelum bangkit untuk melanjutkan rakaat kedua.

Setelah itu membaca takbir intiqal (takbir yang mengiringi bangun dari posisi duduk ke posisi berdiri).

 

Rakaat Kedua

Pada rakaat kedua, disunahkan takbir lagi sebanyak lima kali sembari mengangkat tangan dan melafalkan kalimat takbir “Allahu akbar” seperti pada rakaat pertama.

Kemudian melafalkan bacaan yang sesuai pada poin kedua. Dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Fatihah lalu Surah Al-Ghasyiyah.

Setelah itu dilanjutkan dengan gerakan rukuk, sujud, dan seterusnya sama seperti poin ketiga hingga kedelapan.

 

Duduk Tasyahud Akhir

Duduk tasyahud akhir sembari membaca bacaan berikut:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إنَّك حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allahhumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa Ibraahim, wa ‘alaa aali Ibraahim. Wabaarik ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahim, wa ‘alaa aali Ibraahim. Fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid.

Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi jahannama wamin ‘adzaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wamamaati wamin fitnatil masiihid dajjaal.

Artinya : “Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam dan siksa kubur serta dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnahnya dajjal.”

 

Salam

Menoleh ke kanan dan ke kiri seraya membaca bacaan salam berikut:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله

Assalaamu alaikum wa rahmatullah.

Artinya: ” Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.”

 

Mendengarkan Khutbah

Bagi umat Islam yang melaksanakan salat Idul Fitri secara berjamaah, maka diwajibkan untuk mendengarkan khutbah dari khatib terlebih dahulu sebelum beranjak pulang. Hal ini sesuai dengan yang tertera dalam hadis berikut:

السنة أن يخطب الإمام في العيدين خطبتين يفصل بينهما بجلوس

“Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR Asy-Syafi’i)

Salat Idul Fitri dapat dilakukan di masjid, musala, atau lapangan, baik secara berjamaah maupun munfarid (sendirian). Penting untuk diingat bahwa salat Id merupakan salah satu bentuk ibadah yang menunjukkan rasa syukur dan ketaatan umat Islam kepada Allah SWT.

Dengan mematuhi tata cara salat Idul Fitri yang benar, umat Islam di seluruh dunia dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan, kebersamaan, dan rasa syukur atas nikmat Ramadan yang telah berlalu.

(K/09)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru