Padang Diterjang Banjir Lagi! 2 Kecamatan Terendam, Tim SAR Sibuk Evakuasi & By Pass Lumpuh
PADANG Banjir melanda dua kecamatan di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (10/10/2026
PERISTIWA
JAKARTA-Sebuah gebrakan kontroversial terjadi di panggung politik Indonesia dengan pengumuman Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengenai program makan siang gratis senilai triliunan rupiah. Angka fantastis Rp 253 triliun hingga Rp 400 triliun menciptakan sorotan tajam di tengah dinamika kebutuhan nasional.
Airlangga, dalam konferensi pers Sabtu lalu, mengungkapkan rincian program ini yang membidik balita, siswa sekolah, dan ibu hamil. Namun, pertanyaan menggelayut di balik pemberitaan gemerlap: apakah anggaran sebesar itu benar-benar memberikan manfaat maksimal?
Sejumlah wali murid menyuarakan keresahan mereka terhadap alokasi dana yang dianggap lebih efektif jika dialokasikan untuk transportasi ke sekolah. Nung, seorang wali murid dari Sumedang, menyoroti sulitnya akses transportasi publik bagi anak-anak sekolah di daerahnya, menyampaikan pandangan bahwa menyediakan sarana transportasi lebih bermanfaat daripada makan siang gratis.
Pertanyaan lain yang mencuat adalah kekhawatiran terhadap potensi pemborosan dan risiko korupsi dalam implementasi program ini. Eliana, seorang orang tua, menyoroti kebutuhan mendasar yang diabaikan, seperti harga beras yang tinggi, dan menilai bahwa pemerintah seharusnya lebih fokus pada masalah nyata yang dihadapi rakyat.
Angka yang diumumkan Airlangga mencakup 70,5 juta calon penerima mulai dari balita hingga siswa SMP. Dengan bujet Rp 15.000 per anak, total anggaran yang mencapai Rp 1,06 triliun per hari atau Rp 21,15 triliun per bulan, menciptakan pertanyaan mengenai keseimbangan antara program makan siang gratis dan alokasi dana untuk sektor pendidikan.
Data dari BKKBN menambah kompleksitas dengan 4,8 juta ibu hamil per tahun, membawa pertanyaan lebih lanjut tentang keberlanjutan dan efektivitas program ini. Di tengah debat ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menetapkan target defisit APBN 2025 pada rentang 2,4 hingga 2,8 persen dari GDP, menciptakan tantangan signifikan dalam mencapai keseimbangan keuangan negara.
Sementara kebijakan ini mungkin diumumkan dengan visi kesejahteraan rakyat, risiko dan kompleksitas yang tersembunyi di dalamnya menuntut analisis dan pertimbangan lebih lanjut. Pertanyaannya, apakah program makan siang gratis ini benar-benar jawaban bagi kesejahteraan anak-anak Indonesia ataukah hanya jalan pintas dengan potensi konsekuensi yang mahal?
(KRISNA)
PADANG Banjir melanda dua kecamatan di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (10/10/2026
PERISTIWA
BINJAI Pengurus Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kota Binjai menghadiri sosialisasi Program Keluarga Berencana (KB) d
KESEHATAN
JAKARTA Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan pemerintah Indonesia telah menjelaskan langkah penanganan kebakaran hutan dan laha
NASIONAL
JAKARTA Presiden Mesir Abdel Fattah ElSisi tiba di Jakarta pada Sabtu (10/10/2026) sore untuk melakukan kunjungan kenegaraan. ElSisi dij
NASIONAL
JAKARTA Mantan Komisaris Independen PT PELNI, Dede Budhyarto, mengkritik pernyataan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky
POLITIK
JAKARTA Partai Demokrat menyatakan belum membahas calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak masyarakat menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah agar tidak hilang akibat
SENI DAN BUDAYA
KENDAL Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bangunan tempat ditemukannya jenazah Donna Nuzulul Aditya (29) di Kabupaten Kendal, Jawa Tenga
PERISTIWA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengusulkan pembukaan jalur laut dengan pengiriman skala kecil tetapi lebih rutin ser
EKONOMI
KISARAN Satu rumah milik Ikhram di Jalan Pramuka, Gang Family, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, hangus terbakar
PERISTIWA