Pengamat Soroti Program MBG Prabowo: Bagus, Tapi Terlalu Dipaksakan
JAKARTA Pengamat kebijakan publik M Gumarang menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintahan Prabo
NASIONAL
Para peserta aksi terlihat kompak mengenakan pakaian putih sebagai simbol solidaritas. Mereka mulai berkumpul sejak pukul 08.45 WIB, dan sejumlah kendaraan komando telah disiapkan untuk pusat orasi. Petugas kepolisian juga tampak hadir di lokasi, membangun barikade untuk memastikan kelancaran jalannya demonstrasi.
Selama aksi berlangsung, seruan "Tukin... cair!" terdengar bergema dari peserta aksi sebagai bentuk desakan agar pemerintah segera merealisasikan hak mereka yang belum dibayarkan. Situasi di lokasi aksi terpantau kondusif meski massa terus berdatangan.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa Kemendiktisaintek tidak mengajukan anggaran tukin bagi dosen ASN pada periode 2020-2024. Hal ini menjadi pemicu bagi aksi yang digelar oleh para dosen ASN. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, membenarkan bahwa anggaran tukin untuk periode tersebut tidak diajukan, dan menyarankan agar klarifikasi lebih lanjut ditanyakan kepada Kemendiktisaintek.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Togar M. Simatupang, mengonfirmasi bahwa kementerian sebelumnya tidak mengajukan pencairan tukin melalui prosedur birokrasi yang seharusnya. Togar juga menjelaskan bahwa pihak Kemendiktisaintek tidak memiliki kewenangan untuk mengubah kebijakan yang sudah diterapkan oleh kementerian sebelumnya.
Namun, Togar menambahkan bahwa Kemendiktisaintek telah mengajukan anggaran tambahan sebesar Rp 2,5 triliun untuk tukin di tahun anggaran 2025 kepada Kementerian Keuangan. Permohonan tersebut telah disetujui dalam Rapat Kerja Komisi X DPR. Dana tersebut diperuntukkan bagi pegawai ASN di lingkungan Kemendiktisaintek yang belum menerima remunerasi.
Aksi ini diharapkan dapat mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan hak-hak dosen ASN yang belum terbayarkan sesuai dengan ketentuan yang ada.
(kmprn/n14)
JAKARTA Pengamat kebijakan publik M Gumarang menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintahan Prabo
NASIONAL
JAKARTA Pakar komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, menilai ketergantungan Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
POLITIK
Oleh Yudi LatifSAUDARAKU, di negeri yang lahir dari laut dan letusan gunung, angin membawa doa dari seribu bahasa, dan hujan jatuh seperti
OPINI
JAKARTA Harga batu bara dunia kembali menunjukkan penguatan di tengah dinamika pasar energi global yang masih dibayangi ketidakpastian g
EKONOMI
JEMBER Polemik anggota DPRD yang merokok saat rapat kembali menjadi sorotan publik setelah Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember, Moha
NASIONAL
BALIKPAPAN Polda Kalimantan Timur turut mengamankan seorang anggota polisi berinisial A yang merupakan anak buah Kasat Resnarkoba Polres
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono angkat bicara soal kebijakan biaya
EKONOMI
JAKARTA WhatsApp meluncurkan fitur baru bernama Obrolan Incognito dengan Meta AI, yang diklaim memungkinkan pengguna melakukan percakapa
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai fenomena ayah dan anak yang samasama meraih suara signifikan di daerah p
POLITIK
JAKARTA Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, mengkritik Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 7
PENDIDIKAN