Ketua DPRD Sumut Desak Dirut Pertamina Evaluasi Total Sumbagut, Soroti Antrean BBM yang Kian Parah
MEDAN Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Arni Sitorus mendesak Direktur Utama PT Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh
POLITIK
JAKARTA – Prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta yang baru, Pramono Anung dan Rano Karno, berlangsung meriah di Balai Kota Jakarta pada Kamis (20/2/2025). Acara tersebut menjadi sorotan karena suasana yang penuh dengan tepuk tangan dan sorakan meriah dari para hadirin yang hadir, terutama saat nama-nama mantan gubernur dan wakil gubernur Jakarta disebut.
Sebelum prosesi sertijab dimulai, MC memanggil satu per satu nama mantan gubernur dan wakil gubernur Jakarta yang pernah menjabat. Tepuk tangan dan sorakan riuh langsung terdengar setiap kali nama-nama tersebut disebutkan.
Nama Sutiyoso, Gubernur Jakarta periode 1997-2007, langsung disambut tepuk tangan yang membahana dari para hadirin. Sorakan yang sama juga terjadi saat nama Fauzi Bowo (Foke) disebutkan, yang turut hadir dalam acara tersebut.
Namun, reaksi berbeda muncul ketika nama Joko Widodo (Jokowi) disebut sebagai Gubernur Jakarta periode 2012-2014. Tanpa kehadiran Jokowi di acara tersebut, ruangan yang sebelumnya riuh seketika menjadi hening, bahkan terdengar teriakan "Huuu!" dari beberapa hadirin.
Sementara itu, sorakan kembali membahana saat nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur Jakarta periode 2014-2017, disebutkan. Hadirin yang hadir seakan memberikan apresiasi kepada Ahok meskipun dia tidak hadir dalam prosesi tersebut.
Yang tak kalah heboh adalah saat nama Anies Baswedan, Gubernur Jakarta periode 2017-2022, disebut. Ruangan langsung riuh dengan tepuk tangan dan sorakan yang menggema, serupa dengan suasana saat nama Ahok disebutkan sebelumnya.
Acara Sertijab yang berlangsung penuh dengan ekspresi tersebut memberikan gambaran tentang dinamika politik Jakarta, di mana masing-masing mantan pemimpin mendapat respons yang berbeda dari publik. Meskipun ada berbagai reaksi terhadap para mantan gubernur, acara ini berlangsung dengan lancar dan penuh makna bagi para kepala daerah yang baru dilantik.– Prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta yang baru, Pramono Anung dan Rano Karno, berlangsung meriah di Balai Kota Jakarta pada Kamis (20/2/2025). Acara tersebut menjadi sorotan karena suasana yang penuh dengan tepuk tangan dan sorakan meriah dari para hadirin yang hadir, terutama saat nama-nama mantan gubernur dan wakil gubernur Jakarta disebut.
Sebelum prosesi sertijab dimulai, MC memanggil satu per satu nama mantan gubernur dan wakil gubernur Jakarta yang pernah menjabat. Tepuk tangan dan sorakan riuh langsung terdengar setiap kali nama-nama tersebut disebutkan.
Nama Sutiyoso, Gubernur Jakarta periode 1997-2007, langsung disambut tepuk tangan yang membahana dari para hadirin. Sorakan yang sama juga terjadi saat nama Fauzi Bowo (Foke) disebutkan, yang turut hadir dalam acara tersebut.
Namun, reaksi berbeda muncul ketika nama Joko Widodo (Jokowi) disebut sebagai Gubernur Jakarta periode 2012-2014. Tanpa kehadiran Jokowi di acara tersebut, ruangan yang sebelumnya riuh seketika menjadi hening, bahkan terdengar teriakan "Huuu!" dari beberapa hadirin.
Sementara itu, sorakan kembali membahana saat nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur Jakarta periode 2014-2017, disebutkan. Hadirin yang hadir seakan memberikan apresiasi kepada Ahok meskipun dia tidak hadir dalam prosesi tersebut.
Yang tak kalah heboh adalah saat nama Anies Baswedan, Gubernur Jakarta periode 2017-2022, disebut. Ruangan langsung riuh dengan tepuk tangan dan sorakan yang menggema, serupa dengan suasana saat nama Ahok disebutkan sebelumnya.
Acara Sertijab yang berlangsung penuh dengan ekspresi tersebut memberikan gambaran tentang dinamika politik Jakarta, di mana masing-masing mantan pemimpin mendapat respons yang berbeda dari publik. Meskipun ada berbagai reaksi terhadap para mantan gubernur, acara ini berlangsung dengan lancar dan penuh makna bagi para kepala daerah yang baru dilantik.
(kp/n14)
MEDAN Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Arni Sitorus mendesak Direktur Utama PT Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh
POLITIK
JAKARTA Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H.,
NASIONAL
MEDAN Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., me
NASIONAL
DELISERDANG Prestasi membanggakan kembali datang dari Sumatera Utara. Caroline Cicilia Nababan, siswi kelas I SD Negeri 18 Rantau Selata
PENDIDIKAN
BENER MERIAH Pemerintah pusat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di kawasan Tanah Gayo, Aceh. Dalam kurun wak
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat menindaklanjuti tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 sebes
PEMERINTAHAN
MEDAN Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi motor penggerak lahirny
NASIONAL
MEDAN Kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (15/7/2026), diwarnai interup
NASIONAL
MEDAN Kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (15/7/2026), tak sekadar memb
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan mempertanyakan mekanisme verifikasi dalam proses seleksi Taruna Akademi Militer (Akmil)
NASIONAL