Pengungsi Bencana Tandihat di Huntara: Nyaman Tapi Rindu Rumah Sendiri
TAPSEL Sejumlah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menyatakan merasa n
NASIONAL
JAKARTA – Hubungan panjang antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berakhir pada akhir tahun 2024 setelah hampir 20 tahun bersama, dimulai dari karir politik Jokowi sebagai Wali Kota Solo hingga Presiden Indonesia. Keputusan pemecatan terhadap Jokowi dan sejumlah kader PDIP lainnya diumumkan pada 16 Desember 2024, menandai berakhirnya hubungan yang pernah erat tersebut. Keretakan hubungan Jokowi dan PDIP sebenarnya sudah terlihat sejak 2023, terutama terkait dengan Pilpres 2024. Jokowi yang semula menunjukkan dukungan kepada Ganjar Pranowo, kader PDIP, untuk maju sebagai calon presiden, tiba-tiba berubah arah saat putranya, Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Hal ini semakin memperburuk hubungan antara Jokowi dan partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Pada 4 Desember 2024, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto secara resmi mengumumkan bahwa Jokowi sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDIP. Keputusan pemecatan itu berlaku tidak hanya untuk Jokowi, tetapi juga untuk Gibran Rakabuming Raka, Bobby Nasution (mantu Jokowi), serta 27 kader PDIP lainnya. Penyebab pemecatan ini diduga terkait dengan tindakan Jokowi yang dianggap mencederai kepercayaan rakyat terhadap PDIP serta intervensi terhadap Mahkamah Konstitusi untuk kepentingan keluarga. “Jokowi telah melakukan tindakan yang merugikan partai dan mencederai kepercayaan rakyat,” kata Hasto dalam keterangannya. Jokowi juga disebut melakukan intervensi terhadap Mahkamah Konstitusi demi kepentingan pribadi dan keluarga, yang dianggap merusak sistem demokrasi Indonesia.
Meskipun demikian, Jokowi menyatakan bahwa ia menghormati keputusan tersebut dan tidak ingin membela diri. “Saya tidak dalam posisi untuk membela atau memberikan penilaian, karena keputusan itu sudah terjadi. Nanti waktu yang akan mengujinya,” ujar Jokowi di Solo, Jawa Tengah.
PDIP mengumumkan keputusan pemecatan dalam sebuah surat keputusan yang berlaku untuk semua kader yang melanggar etik partai. Sejumlah pertimbangan lainnya juga diungkapkan dalam surat tersebut, di antaranya tindakan Jokowi yang dinilai merugikan nama baik dan kepentingan partai. Hubungan yang semakin renggang antara Jokowi dan PDIP pada akhirnya berujung pada pemecatan resmi yang menandai berakhirnya perjalanan panjang kerjasama politik antara keduanya.
(Christie)
TAPSEL Sejumlah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menyatakan merasa n
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan tahun 2026 sebagai momentum penguatan sistem hubungan industrial nasional. Langkah ini be
EKONOMI
PADANGSIDIMPUAN Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Jaminan Hidup bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah lo
NASIONAL
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai tuntutan hukuman mati bagi anak buah kapal (ABK) asal Medan, Fandi Ramadh
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Dengan suara bergetar dan mata berkacakaca, ibunda Fandi Ramadhan, Nirwana, menyampaikan permohonan penuh haru agar putranya di
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPSEL Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 418 warga Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru,
EKONOMI
MEDAN Pada malam ke3 bulan suci Ramadhan, Ustad Jumana Farid menekankan pentingnya sholat sebagai tiang agama dalam tausyiah singkat ya
AGAMA
JAKARTA Biaya politik yang tinggi disebut sebagai salah satu akar persoalan korupsi di Indonesia. Direktur Indonesia Political Review (I
POLITIK
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, menilai pengakuan Presiden ke7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang menyatak
POLITIK
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, Muhammad Kerry Adrianto Riza, mengungkit
HUKUM DAN KRIMINAL