Sambut HUT Ke-81 TNI, Kodim Badung 'Hijaukan' Puncak Mangu Pelaga Lewat Aksi Tanam 257 Pohon
BADUNG Kodim 1611/Badung menggelar penanaman bibit pohon secara serentak di kawasan Areal Parkir Atas Puncak Mangu, Desa Pelaga, Kecamatan
NASIONAL
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan bahwa dalam rapat kerja tertutup yang digelar bersama Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Mendikti) Brian Yuliarto, pihaknya telah sepakat untuk mencairkan tunjangan kinerja (tukin) dosen pada tahun 2025. Keputusan tersebut menjadi bagian dari pembahasan terkait efisiensi anggaran dan komitmen pemerintah terhadap sejumlah kebijakan penting di sektor pendidikan.
Lalu menjelaskan bahwa rapat tersebut difokuskan pada pembahasan anggaran, termasuk pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang terkait dengan penghematan anggaran. Ia menegaskan bahwa tunjangan kinerja dosen akan tetap dicairkan pada tahun ini meskipun ada pembahasan tentang efisiensi anggaran di Kemendikti.
"Kami mendiskusikan berbagai kebijakan yang sedang dikomunikasikan dengan pihak Istana, dan kami ingin memastikan agar tunjangan kinerja dosen tetap dibayarkan tahun ini. Begitu juga dengan anggaran untuk sertifikasi dosen dan bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) yang tidak boleh terdampak," ujar Lalu di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2025).
Dalam rapat tersebut, Mendikti Brian Yuliarto juga menyatakan komitmennya untuk tidak mengurangi anggaran BOPTN, serta memastikan bahwa tidak ada kenaikan pada biaya kuliah tunggal (UKT) di perguruan tinggi negeri. Lalu mengungkapkan bahwa Komisi X menekankan pentingnya anggaran untuk BOPTN, sertifikasi dosen, dan tukin yang harus tetap dianggarkan pada 2025.
"Pada prinsipnya, Mendikti Brian Yuliarto sudah sepakat dan berkomitmen untuk membayar tukin pada tahun 2025, serta menganggarkan sertifikasi dosen dan BOPTN yang tidak akan diturunkan," tambah Lalu.
Selain itu, Lalu juga menegaskan bahwa Komisi X DPR mendorong efisiensi anggaran Kemendikti untuk tidak mencapai Rp 14 triliun. Anggaran yang diminta Komisi X adalah efisiensi yang hanya mencapai angka Rp 6,17 triliun. Ia juga menekankan pentingnya pengalokasian anggaran tambahan untuk memastikan pencairan tukin dosen pada tahun 2025.
"Kami berharap agar efisiensi anggaran ini dapat dijalankan dengan bijak tanpa mengorbankan sektor-sektor pendidikan yang penting. Untuk itu, kami meminta Mendikti untuk mengusulkan anggaran biaya tambahan demi memastikan pembayaran tukin tahun 2025," pungkas Lalu.
(dc/p)
BADUNG Kodim 1611/Badung menggelar penanaman bibit pohon secara serentak di kawasan Areal Parkir Atas Puncak Mangu, Desa Pelaga, Kecamatan
NASIONAL
JAKARTA, 6 SEPTEMBER 2026 PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM terus memperkuat dukungan terhadap penanganan kebakaran hu
NASIONAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan Polri telah mengerahkan 12 kapal untuk membantu distribusi bantuan logistik bagi
NASIONAL
JAKARTA Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Badan Nasional Penangg
NASIONAL
JAKARTA Penanganan perkara eks Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah dinilai dapat menjadi momentum untuk memulihkan kepe
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah menambah armada dan peralatan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). M
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) untuk membahas penanganan sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia. Da
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan pihak yang menyebabkan kebakaran hutan
NASIONAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan semua pihak agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Polri m
NASIONAL
JAKARTA Peradi Profesional mengingatkan DPR agar Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset tidak membuka ruang penyalahgunaan kewenang
NASIONAL