Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Rizky Ridho: Kami Kecewa, Suporter Lebih Kecewa
JAKARTA Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter setelah skuad Garuda gagal melaju ke sem
OLAHRAGA
JAKARTA -Pintu partai politik kini terbuka lebar bagi Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), usai dinyatakan bukan lagi bagian dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang mengungkapkan bahwa Gerindra siap menerima Jokowi jika mantan gubernur DKI Jakarta itu memutuskan untuk bergabung.
Prabowo mengungkapkan hal tersebut setelah melakukan makan malam bersama Jokowi di kediamannya di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, pada Jumat malam (6/12). Prabowo menjelaskan bahwa pertemuan tersebut lebih banyak membicarakan soal nostalgia dan kenangan, namun ia juga menyebutkan bahwa Gerindra terbuka jika Jokowi ingin bergabung, meskipun ia menegaskan tidak akan memaksakan hal tersebut.
“Kami terbuka, tapi tentunya kami enggak bisa maksa beliau masuk,” ujar Prabowo saat ditemui usai makan malam. Prabowo menambahkan bahwa pertemuan dengan Jokowi juga merupakan bentuk kunjungan balasan, karena beberapa waktu lalu Jokowi mengunjungi Prabowo di Solo.
Sebelumnya, pernyataan yang cukup mengejutkan datang dari Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, yang menegaskan bahwa Jokowi dan keluarganya sudah tidak lagi menjadi bagian dari partai berlambang banteng tersebut. Hasto mengungkapkan bahwa tindakan dan praktik politik Jokowi sudah tidak lagi sejalan dengan cita-cita partai yang dibangun sejak era Bung Karno.
“Pak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan,” kata Hasto dalam jumpa pers pada Rabu (24/11). Ia menambahkan bahwa perbedaan pandangan politik antara Jokowi dan PDIP semakin jelas, terutama terkait dengan ambisi kekuasaan yang dinilai tidak sejalan dengan perjuangan partai.
Menanggapi hal tersebut, Jokowi secara terbuka menyebut bahwa PDIP kini bisa dianggap sebagai “partai perorangan.” Dalam pernyataannya, Jokowi mengindikasikan bahwa ia tidak lagi terafiliasi dengan PDIP dan tak ada partai politik yang kini mewakili dirinya.
Jokowi juga mengungkapkan bahwa kedatangannya ke kediaman Prabowo untuk makan malam kali ini adalah sebuah kunjungan balasan setelah Prabowo beberapa waktu lalu mampir ke Solo. “Karena kangen,” kata Jokowi mengungkapkan suasana pertemuan tersebut.
Meski Gerindra memberikan sinyal terbuka, keputusan apakah Jokowi akan bergabung dengan partai tersebut atau tidak masih belum dapat dipastikan. Prabowo sendiri menegaskan bahwa Gerindra tidak akan memaksa Jokowi untuk bergabung dan akan menghormati keputusan apapun yang diambil oleh Presiden Jokowi.
(N/014)
JAKARTA Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter setelah skuad Garuda gagal melaju ke sem
OLAHRAGA
JAKARTA Kebakaran melanda gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat
PERISTIWA
GAYO LUES Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menemukan adanya aksi pencurian dan perusakan peralatan pemantau gempa bu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap personel kepolisian akan dilakukan sec
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Yakub F. IsmailKIAMAT fiskal sedang membayangi sejumlah daerah yang kini tengah menderita teakanan keuangan.Alarm tersebut sekaligus m
OPINI
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menjalani pemeriksaan intensif sebagai tersangka da
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung, kembali mengajukan gugatan praperadilan terkait perkara dugaan ko
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan Penjabat (Pj) Bupati Langkat, Faisal Hasrimy, membantah tuduhan mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Langkat
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah yang dipimpinnya akan tetap berada di jalur yang benar dalam menjalankan berbaga
NASIONAL
JAKARTA Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) membantah pernyataan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesej
NASIONAL