Prabowo Geram Izin Investasi Bisa Sampai 2 Tahun, Minta Bentuk Satgas Deregulasi
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membentuk satuan tugas khusus untuk mempercepat deregu
EKONOMI
JAKARTA– Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengungkapkan bahwa jumlah penerima bantuan sosial (bansos) berkurang hampir 2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) setelah dilakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurut Agus, angka tersebut belum bersifat final karena proses verifikasi dan validasi data masih terus berjalan.
Pengurangan jumlah penerima akan terus berlanjut, seiring pembaruan data yang mencakup masyarakat yang telah meninggal dunia atau mengalami peningkatan kesejahteraan.Baca Juga:
"Sudah banyak itu (pengurangan jumlah penerima bansos). Kita sudah mengeluarkan, awalnya itu hampir 2 juta penerima," kata Agus dalam dialog bertajuk "Envisioning Indonesia: Executing National Agenda" di forum Rakernas Partai Perindo, Discovery Hotel, Jakarta Utara, Senin (3/11/2025).
Agus menegaskan bahwa Kemensos juga akan mencoret nama-nama penerima bansos yang terbukti menggunakan rekening bantuan untuk aktivitas judi online.
Saat ini, tim Kemensos tengah memverifikasi ribuan rekening yang diduga terafiliasi dengan praktik tersebut.
"Termasuk mereka-mereka yang kemarin rekening penerima bansos ini digunakan untuk kepentingan judi online dan sebagainya, itu sedang kita verifikasi, sedang kita validasi, dan kalau memang terbukti, ya kita keluarkan juga dari data tunggal," tegas Agus.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa proses pembersihan dan pembaruan data bansos dilakukan sebagai bagian dari transisi menuju sistem DTSEN yang lebih akurat, transparan, dan dinamis.
Data penerima bantuan selalu berubah mengikuti kondisi sosial masyarakat, seperti kematian, kelahiran, atau perpindahan domisili.
Setelah proses pemutakhiran selesai, data tersebut akan diserahkan ke Badan Pusat Statistik (BPS) untuk diverifikasi dan divalidasi sebelum dikembalikan ke Kemensos sebagai dasar penyaluran bansos tahap berikutnya.
"Setelah dari BPS, kemudian dikembalikan ke Kemensos. Di situlah Kemensos melakukan penyaluran berdasarkan data yang sudah diverifikasi dan divalidasi," jelasnya.
Agus juga menyoroti pentingnya mengatasi kesalahan data dalam penyaluran bantuan, baik berupa inclusion error (penerima tidak layak tapi menerima bantuan) maupun exclusion error (penerima layak tapi tidak terdata).
"Inclusion error itu yang mestinya tidak dapat tapi malah dapat. Exclusion error itu yang mestinya dapat tapi tidak masuk. Nah, yang inclusion kita keluarkan, lalu kita ganti dengan KPM baru yang memang berhak menerima," pungkasnya.*
(in/M/006)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membentuk satuan tugas khusus untuk mempercepat deregu
EKONOMI
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin membuka secara resmi Jambore Cabang Gerakan Pramuka Asahan 2026 di AlunAlun Rambate Rata Raya
PEMERINTAHAN
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menggelar pelatihan bagi Tim Penggerak PKK tingkat kec
PEMERINTAHAN
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan memperkuat komitmen mewujudkan Kabupaten Layak Anak melalui kegiatan penguatan Gugus Tugas Kabupaten
PEMERINTAHAN
MEDAN Polemik tunggakan biaya sekolah yang dialami seorang siswa SMP Panca Budi akhirnya diselesaikan. Pemerintah Kota Medan memastikan
PENDIDIKAN
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan yang kolaboratif dengan insan me
NASIONAL
HUMBAHAS PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) bersama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan memperkuat upaya pencegahan dan penanggu
NASIONAL
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menyampaikan apresiasi kepada Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Fatmawati, atas
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima audiensi Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di Rumah Dinas Wali Ko
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan delegasi United Nations Development Programme (UNDP) di Rumah Dinas Wa
PEMERINTAHAN