BATU BARA- Proyek pembangunan jembatan penghubung Desa Dahari selebar–Dahari Indah, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, kembali menjadi sorotan tajam masyarakat.
Jembatan yang merupakan bagian dari proyek Multi Years Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2023 dengan nilai fantastis Rp 2,7 triliun itu hingga kini masih menyisakan banyak persoalan dan memicu keresahan warga.
Pasalnya, meski telah dibangun hampir dua tahun, kondisi jembatan tersebut dinilai tidak kunjung menunjukkan hasil yang memuaskan.
Warga menilai proyek ini seakan tak selesai-selesai, bahkan telah memakan sejumlah korban akibat kondisi jalan yang dinilai berbahaya.Kondisi Jalan Dinilai Terjal dan Berbahaya Pantauan awal media menyebutkan bahwa badan jalan pada akses jembatan itu terlalu terjal, dipenuhi abu, serta banyak berserakan kerikil tajam.
Kondisi tersebut membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama pada malam hari.
"Kalau naik dari bawah itu terasa sekali beratnya. Banyak pengendara motor yang kehilangan keseimbangan karena licin dan berkerikil," ujar salah satu warga.
Tak heran, jembatan yang seharusnya mempermudah mobilitas justru berubah menjadi momok bagi masyarakat yang melintas setiap hari.
Insiden Pecah Ban yang Bikin Warga Panik Pada Sabtu malam Minggu, 22 November 2025 sekitar pukul 22.00 WIB, sebuah mobil truk colt diesel mengalami pecah ban tepat di atas tanjakan jembatan tersebut.
Pecahnya ban membuat truk tak mampu menahan beban dan mundur dengan cepat, memicu kepanikan warga yang kebetulan sedang berada di sekitar lokasi.
Beberapa warga berusaha memberikan bantuan seadanya sambil mengatur lalu lintas agar kejadian tidak berubah menjadi kecelakaan yang lebih fatal.
"Truk itu tiba-tiba mundur, kami kaget semua! Untung pengemudi sigap mengendalikan," ungkap salah satu warga yang menyaksikan langsung kejadian itu.