17 Siswa SD di Medan Mengeluh Sakit Usai Konsumsi MBG, Rico Waas Angkat Bicara
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta kasus dugaan keracunan setelah belasan siswa menyantap menu Makan Bergizi Gratis
PERISTIWA
KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap bahwa keluarga YBS (10), siswa SD di Kabupaten Ngada yang nekat mengakhiri hidupnya, tidak menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah karena kendala administrasi kependudukan.
Menurut Laka Lena, masalah itu muncul setelah keluarga YBS pindah domisili dari Kabupaten Nagekeo ke Kabupaten Ngada.
Perpindahan tersebut tidak diikuti pembaruan data administrasi kependudukan (adminduk), sehingga keluarga korban tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial.Baca Juga:
"Saya tahu kejadian ini juga karena kependudukan mereka tidak ditopang, mereka pindah dari Nagekeo ke Jerebu'u, Ngada. Ternyata adminduk belum diamankan," ujar Laka Lena, Rabu (4/2/2026).
Gubernur menekankan bahwa persoalan adminduk sesungguhnya dapat diselesaikan dengan cepat, hanya membutuhkan pembaruan data sederhana.
Setelah menerima kabar duka terkait YBS, pemerintah langsung menindaklanjuti dan memastikan keluarga korban dapat memperoleh haknya.
"Ini cuma soal kertas selembar, segera diberesin. Saya bilang sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari," lanjutnya.
Laka Lena juga memastikan Pemerintah Kabupaten Ngada dan Pemerintah Provinsi NTT siap memberikan dukungan sosial dan bantuan yang diperlukan oleh keluarga korban.
Persoalan ini sekaligus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah agar memastikan setiap warga, terutama anak-anak, tidak terhambat aksesnya terhadap layanan sosial akibat masalah administrasi.
Kejadian tragis ini menyoroti pentingnya sistem kependudukan yang responsif agar bantuan sosial dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan, sekaligus mencegah risiko sosial yang lebih serius di masa depan.*
(d/ad)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta kasus dugaan keracunan setelah belasan siswa menyantap menu Makan Bergizi Gratis
PERISTIWA
MEDAN Sidang perkara dugaan korupsi jasa pemanduan kapal di lingkungan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Belawan ditun
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mahkamah Agung (MA) menyesalkan insiden penyiraman air yang dilakukan Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriy
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menyelesaikan perbaikan jalan Simpang ParbarakanKebun Jagung sepanjang 7,6 kilometer d
NASIONAL
MEDAN Polemik dugaan pasal selundupan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang dikaitkan dengan pencalonan Gibran Rakabuming Ra
POLITIK
LABUHANBATU SELATAN Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Ny. Indah Fery Simatupang, menyosialisasika
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong pemerintah kabupaten dan kota mempercepat pelaksanaan program bedah rumah tahun 2026.
PEMERINTAHAN
TEGAL Aktivitas pengurukan lahan di kawasan tepi pantai Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menjadi sorotan. Kegiatan yang d
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seluruh siswa SDN 060870 Medan yang menjadi korban dugaan keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (M
PERISTIWA
MEDAN Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara, Deni Syahputra, dituntut dua tahun penjara dalam perkara dugaan korupsi dana belanja t
HUKUM DAN KRIMINAL