Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, memimpin rapat bersama camat dan seluruh keuchik gampong terdampak bencana di Kabupaten Bireuen, Minggu (8/2/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Keuchik Pante Baro, Marwan, mengatakan, "Mereka bilang tidak mau huntara, tetap mau langsung huntap. Alasannya tidak mau bercampur antar masyarakat."
Keuchik Lueng Kuli, Andri Suheri, menyebut warganya ingin huntap namun belum dapat dipastikan waktu pembangunan.
Sementara di Gampong Alue Kuta, 58 KK memilih menerima DTH dan tinggal di bilik sementara, namun 12 KK lainnya masih menunggu pencairan.
Tenaga Ahli Kepala BNPB, Yan Namora, menjelaskan bahwa sebagian besar korban bencana memilih DTH sementara huntap belum bisa segera dibangun karena proses validasi data masih berlangsung.
Dari 3.266 usulan pemerintah kabupaten, masih terdapat ketidaksesuaian data.
"Dalam waktu dekat, 100 unit huntap akan dibangun setelah Surat Keputusan Bupati terbit," jelas Yan.
Bantuan tambahan termasuk perbaikan rumah, santunan bagi korban luka atau ahli waris meninggal, serta dana pemulihan ekonomi akan disalurkan langsung ke rekening penerima.
Bupati Bireuen, Mukhlis, menegaskan, "Jangan goreng lagi isu huntara di Bireuen. Hari ini jelas masyarakat maunya huntap langsung."
Rapat menyepakati tidak ada warga terdampak yang menerima huntara, dan proses pembangunan huntap menunggu SK Bupati.
Rapat tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Sekda Aceh, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta Kepala SKPA terkait.*