BREAKING NEWS
Selasa, 14 April 2026

Rico Waas Ingin Pedagang Pasar dan Pelaku Usaha Ikut “Cicipi” Manfaat Program MBG

Abyadi Siregar - Selasa, 14 April 2026 15:23 WIB
Rico Waas Ingin Pedagang Pasar dan Pelaku Usaha Ikut “Cicipi” Manfaat Program MBG
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat memimpin rapat koordinasi pelaksanaan MBG dan SPPG di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa, 14 April 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong penguatan sirkulasi ekonomi lokal melalui keterlibatan pedagang pasar tradisional dan pelaku usaha dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menilai sistem koordinasi data secara real-time menjadi kunci agar distribusi pangan berjalan tepat sekaligus membuka ruang partisipasi bagi pelaku usaha lokal.

Hal itu disampaikan Rico saat memimpin rapat koordinasi pelaksanaan MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Selasa, 14 April 2026.

Baca Juga:

Rapat tersebut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Imam Gunadi, Sekretaris Daerah Kota Medan Wiriya Alrahman, serta sejumlah pejabat perangkat daerah dan Koordinator Wilayah SPPG.

Rico menekankan bahwa Program MBG tidak hanya ditujukan untuk pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga sebagai instrumen penggerak ekonomi lokal.

Ia mendorong agar pelaku usaha, termasuk pedagang di 52 pasar tradisional di bawah BUMD Medan, dapat terlibat dalam rantai pasok program tersebut.

Menurut dia, keterlibatan tenaga kerja lokal di setiap titik layanan SPPG juga perlu diperkuat agar manfaat program dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat kecamatan.

"Ini program yang sangat baik di tengah tantangan lapangan pekerjaan saat ini. Penyerapan tenaga kerja yang menyentuh masyarakat paling membutuhkan perlu diapresiasi," kata Rico.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan penyedia bahan pangan untuk menjaga kelancaran distribusi.

Kebutuhan bahan pangan, seperti telur yang diproyeksikan mencapai jutaan butir per bulan, disebut membutuhkan perencanaan pasokan yang matang.

Rico menegaskan, keseimbangan antara pemenuhan gizi dan stabilitas ekonomi daerah harus dijaga melalui kerja sama seluruh pihak, termasuk peternak dan pelaku UMKM.

Sementara itu, pihak Koordinator Wilayah SPPG memaparkan bahwa hingga pertengahan April 2026, Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 449.694 penerima manfaat.

Distribusi dilakukan melalui 201 satuan SPPG, dengan 181 di antaranya telah aktif melayani 3.134 kelompok masyarakat.

Sebanyak 9.149 relawan dilaporkan turut terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Mayoritas penerima manfaat berasal dari kalangan peserta didik, yakni 374.567 orang, sementara 75.136 lainnya berasal dari kelompok non-peserta didik, termasuk kelompok rentan kesehatan.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wagub Aceh Buka Rakor MPU, Tekankan Peran Ulama Jaga Syariat dan Stabilitas Sosial
Airlangga Klaim Ekonomi RI Tangguh, Jauh dari Krisis 1998 Meski Dunia Bergejolak
Kopdes Merah Putih Ditargetkan Jadi Solusi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Penggerak Ekonomi Desa di Indonesia
Purbaya Paparkan Kekuatan Ekonomi Indonesia kepada Investor Global di AS
KPK Awasi Pengadaan Motor Listrik BGN, Ingatkan Rawan Korupsi di Semua Tahap
Ekonomi RI Diprediksi Tembus 5,5% di 2026, Airlangga Ungkap Faktor Pendorongnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru