Ramai Dipertanyakan, Wali Kota Medan Akhirnya Ungkap Alasan ke Luar Negeri
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memastikan dirinya saat ini tengah berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan. Kepast
PEMERINTAHAN
Jakarta – Pengungkapan kasus suap yang melibatkan Ronald Tannur membawa Kejaksaan Agung (Kejagung) pada penetapan tersangka baru, yaitu Zarof Ricar, mantan pejabat di Mahkamah Agung. Kejagung bahkan berhasil menemukan dan menyita uang serta emas yang totalnya hampir mencapai Rp 1 triliun, suatu jumlah yang sangat mencengangkan.
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, memberikan dukungan penuh kepada Kejagung dalam upayanya untuk mengusut tuntas kasus ini. Ia mencurigai bahwa Zarof Ricar terlibat dalam ratusan kasus lain yang mungkin belum terungkap. “Kinerja cemerlang Kejagung dalam kasus ini harus dilanjutkan dengan pengungkapan seluruh pihak yang terlibat. Dengan temuan uang sebanyak itu, diduga kuat pelaku telah mengumpulkan dari banyak kasus yang ia ‘mainkan’ selama menjabat,” ungkap Sahroni dalam keterangan resminya, Jumat (1/11).
Sahroni menambahkan, “Bahkan tidak kaget jika nanti terungkap bahwa ini adalah hasil dari suap dalam ratusan kasus. Jika memang benar ada ratusan kasus, berarti pelakunya bisa jadi mencapai puluhan hingga ratusan orang. Nominal yang fantastis ini, bayangkan hampir Rp 1 triliun uang tunai,” jelasnya, menunjukkan kekhawatirannya akan skala korupsi yang lebih besar.
Petugas Kejaksaan Agung telah menata barang bukti yang ditemukan saat penangkapan Zarof Ricar di Jakarta pada 25 Oktober 2024. Sahroni meyakini bahwa pengungkapan kasus ini baru di permukaan. Ia berpendapat bahwa jika Zarof bersaksi, banyak pihak lain yang mungkin terlibat dalam jaringan korupsi ini. “Pengungkapan kasus ini masih seperti fenomena gunung es; masih banyak yang bisa terseret ketika semuanya berhasil diungkap,” ujar Sahroni.
Menurutnya, ini bisa menjadi titik balik bagi peradilan Indonesia, dan jika pemerintah serius dalam memberantas praktik korupsi, ini adalah saat yang tepat untuk melibas habis oknum-oknum di dunia peradilan. “Kita bersihkan sekalian,” tegasnya.
Sahroni juga menekankan harapan besarnya terhadap Kejagung untuk terus mengungkap nama-nama yang mungkin terjerat dalam kasus ini. “Saya sangat optimis Kejagung akan segera mengungkap nama demi nama yang terlibat dalam kasus ini. Tinggal kita tunggu saja,” tutupnya.
Pengungkapan kasus ini bukan hanya menciptakan gelombang di kalangan pejabat, tetapi juga menjadi perhatian masyarakat luas. Dengan adanya dugaan korupsi yang melibatkan jumlah uang yang sangat besar, ada harapan untuk transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik dalam institusi pemerintahan.
Kejagung kini berada dalam sorotan, dan publik menantikan langkah-langkah selanjutnya dalam penyelidikan yang bisa mengungkap lebih banyak nama serta fakta-fakta yang mungkin selama ini tersembunyi. Jika berhasil, ini akan menjadi langkah penting dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum dan peradilan.
(N/014)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memastikan dirinya saat ini tengah berada di luar negeri untuk menjalani pengobatan. Kepast
PEMERINTAHAN
JAKARTA Di tengah kembali melemahnya nilai tukar rupiah yang menembus kisaran Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat pada 2026, publik kembal
EKONOMI
BINJAI Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyebut peringatan Hari Ulang Tahun ke154 Binjai menjadi momentum penting untuk memperkua
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Polda Aceh membantah kabar yang beredar di sejumlah media terkait penetapan Bupati Aceh Timur, Iskandar AlFarlaky, sebagai t
NASIONAL
MEDAN Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mulai memeriksa sejumlah saksi dalam penyelidikan dugaan korupsi di
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemain Free Fire kembali berburu kode redeem terbaru yang dibagikan pada Minggu, 17 Mei 2026. Sejumlah kode masih aktif dan dapa
ENTERTAINMENT
JAKARTA Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program priorit
NASIONAL
JAKARTA Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Kalimantan Timur membongkar dugaan jaringan peredaran narkotika jenis obat keras ya
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Kalimantan Timur membongkar dugaan jaringan peredaran narkotika jenis obat keras ya
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Putusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan Jakarta masih berstatus sebagai ibu kota negara dinilai tidak menghentikan pembangun
NASIONAL