BREAKING NEWS
Selasa, 09 Juni 2026

Bobby Nasution Ingatkan Waspada Ancaman Gempa dan Tsunami Megathrust di Sumatera

Adelia Syafitri - Selasa, 09 Juni 2026 16:33 WIB
Bobby Nasution Ingatkan Waspada Ancaman Gempa dan Tsunami Megathrust di Sumatera
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (foto: Bobby Nasution/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana gempa bumi dan tsunami yang dapat dipicu aktivitas megathrust di wilayah barat Pulau Sumatera.

Pernyataan itu disampaikan Bobby usai memberikan pembekalan kepada peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI TA 2026 di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurut Bobby, langkah paling penting dalam menghadapi ancaman bencana adalah memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, termasuk memahami sistem peringatan dini yang dikeluarkan pemerintah maupun lembaga terkait.

Baca Juga:

"Yang pertama tentu setiap peringatan yang disampaikan harus diperhatikan dengan baik. Kemudian simulasi-simulasi kebencanaan juga harus dipelajari, termasuk langkah penanggulangan saat terjadi bencana," kata Bobby.

Ia menekankan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir barat Sumatera Utara perlu memiliki pemahaman lebih terhadap risiko bencana, mengingat kawasan tersebut berada di dekat jalur pertemuan lempeng tektonik aktif.

Menurut dia, kondisi geografis tersebut membuat wilayah pantai barat Sumatera memiliki potensi terdampak gempa bumi besar maupun tsunami apabila terjadi aktivitas megathrust.

"Kalau lempengannya berada di sepanjang pantai barat Sumatera, tentu daerah-daerah di kawasan itu harus lebih waspada," ujarnya.

Bobby juga menyoroti pentingnya edukasi kebencanaan yang berkelanjutan, termasuk pemanfaatan kearifan lokal dalam mitigasi risiko bencana.

Ia menyebut, sejumlah rumah adat di Indonesia pada masa lalu dibangun dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan potensi bencana di wilayah masing-masing.

Menurut dia, rumah-rumah adat di kawasan pesisir umumnya dirancang menyesuaikan kondisi pasang surut air laut, sementara di daerah aliran sungai memiliki karakteristik berbeda sesuai kondisi alam setempat.

"Rumah adat biasanya dibangun dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan potensi alam di sekitarnya. Ini menjadi pelajaran penting yang akan kami kaji lebih lanjut," kata Bobby.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan menerjemahkan arahan tersebut ke dalam berbagai program dan kebijakan daerah untuk memperkuat sistem mitigasi serta kesiapsiagaan bencana.

Upaya itu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami yang berpotensi terjadi akibat aktivitas megathrust di wilayah barat Sumatera.*

(kd/ad)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wamenkum Jelaskan Alasan Polisi Aktif Bisa Isi Jabatan di Luar Polri
BRT Mebidang Rp1,9 Triliun Jadi Sorotan DPRD Medan, Khawatir Bebani APBD
Menaker Beberkan Strategi Prabowo Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja di Era Digital
Kejagung Tetapkan Tersangka Korupsi MBG, KPK Akui Sudah Lebih Dulu Menyelidiki
41 Korban Banjir dan Longsor di Sumut Masih Hilang, Bobby Nasution: Terseret Arus
Terlibat di Berbagai Program Pemerintah, TNI Tegas Bantah Kebangkitan Dwifungsi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru