BREAKING NEWS
Kamis, 11 Juni 2026

Bobby Nasution Dorong UMKM Sumut Naik Kelas, Studi Kelayakan Jadi Kunci Tarik Investor

Abyadi Siregar - Kamis, 11 Juni 2026 20:22 WIB
Bobby Nasution Dorong UMKM Sumut Naik Kelas, Studi Kelayakan Jadi Kunci Tarik Investor
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution saat membuka PIISU ke-12 tahun 2026 di Open Stage Parapat, Kabupaten Simalungun, Kamis, 11 Juni 2026. (foto: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIMALUNGUN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penerapan feasibility study atau studi kelayakan usaha.

Langkah ini dinilai penting agar pengembangan UMKM lebih terarah, berbasis data, serta memiliki daya tarik bagi investor.

Arahan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat membuka Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) ke-12 tahun 2026 di Open Stage Parapat, Kabupaten Simalungun, Kamis, 11 Juni 2026.

Baca Juga:

Bobby menekankan bahwa studi kelayakan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam memetakan potensi usaha secara lebih objektif.

Selain itu, dokumen tersebut juga dinilai dapat mempermudah pelaku UMKM dalam mengakses pembiayaan, baik dari perbankan maupun program bantuan pemerintah.


"Kalau ingin menawarkan investasi, cukup bawa data UMKM yang sudah memiliki studi kelayakan. UMKM tidak hanya dibina secara umum, tetapi harus dianalisis secara terstruktur agar bisa naik kelas dan berdaya saing," ujar Bobby Nasution.

Ia menjelaskan, Pemprov Sumut saat ini terus mendorong penguatan UMKM melalui sejumlah kebijakan, mulai dari percepatan digitalisasi, perluasan akses pembiayaan, penyederhanaan perizinan, hingga fasilitasi sertifikasi halal.

UMKM juga didorong meningkatkan kualitas produk agar mampu menjalin kemitraan dengan usaha besar dan memperluas pasar.

Menurut Bobby Nasution, inovasi dan investasi menjadi dua pilar utama dalam mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing Sumut di tingkat nasional maupun internasional.

"Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.

Ia juga berharap PIISU 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk memperluas jejaring investasi dan memperkuat posisi UMKM.

Kegiatan tersebut mencakup pameran inovasi daerah, forum bisnis, temu investor, business matching, hingga promosi seni dan budaya.

"Harapannya lahir peluang investasi baru, UMKM semakin kuat, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan masyarakat meningkat," ujar Bobby.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut, Nubaity Harahap, mengatakan PIISU 2026 mengusung tema Inovasi dan Kolaborasi Menuju UMKM Sumut Berkah.

Kegiatan ini menjadi ruang promosi produk unggulan daerah sekaligus peluang investasi dan pariwisata Sumut.

Pada kesempatan yang sama, sejumlah kerja sama juga ditandatangani antara pelaku usaha besar dan UMKM.

Di antaranya kerja sama Hotel Niagara Parapat dengan Cleopatra Entertainment di bidang seni pertunjukan, serta kemitraan penyediaan produk kuliner antara Atsari Hotel, Bunga Low, dan Makmur Jaya.

PT Aqua PAM juga menjalin kerja sama dengan Koperasi Nelayan Jaya terkait pemanfaatan limbah dan hasil olahan ikan nila.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Terima Rekomendasi Strategis Sesko TNI untuk Mitigasi Ancaman Megathrust
MTQ Sumut 2026 Digelar 15–25 Juni, Target Tembus Lima Besar Nasional
Pemerintah Kaji Ulang Anggaran Program MBG, Ini Kata Menkeu Purbaya
Revitalisasi 16.167 Sekolah pada 2025 Tuntas 100 Persen, Pemerintah Targetkan 71.744 Sekolah pada 2026
Pertamax Naik Jadi Rp16.250, ESDM: Masih Lebih Murah Dibanding Negara Lain
Wamensesneg: Masyarakat Bisa Ajukan Diri untuk Terima Bantuan Presiden
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru