Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Selain bertemu para korban, Bupati juga berdiskusi dengan jajaran RSUD Kotapinang mengenai pelayanan medis, kesiapan fasilitas, hingga penanganan pasien agar seluruh korban mendapatkan perawatan secara maksimal sampai dinyatakan pulih.
Kecelakaan maut itu terjadi pada Sabtu malam ketika sebuah truk Fuso bermuatan barang kelontong melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Kotapinang.
Truk tersebut dikemudikan Syamsuddin (62), warga Tanjung Balai, yang sedang dalam perjalanan dari Medan menuju Bagan Batu, Riau.
Menurut pengakuannya, kendaraan mengalami kegagalan fungsi pengereman saat menuruni Bukit Kotapinang sekitar pukul 23.10 WIB.
"Rem membatu. Terasa keras. Diinjak tak bisa menghentikan kendaraan yang semakin melaju di turunan," tuturnya dari ruang perawatan RSUD Rantauprapat.
Syamsuddin mengaku telah berusaha mengocok pedal rem berulang kali.
Namun, truk terus melaju tanpa kendali hingga menghantam sejumlah kendaraan, warung, tiang listrik, dan bangunan ruko sebelum akhirnya berhenti di depan sebuah showroom sepeda motor.
Dalam hitungan detik, suasana malam yang semula tenang berubah menjadi kepanikan.
Warga berlarian menyelamatkan diri ketika truk melaju tanpa kendali di pusat Kota Kotapinang.
Akibat kejadian tersebut, dua orang meninggal dunia, sebelas orang mengalami luka-luka, sementara puluhan kendaraan dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
Salah satu korban luka adalah Rina Gustina Nasution (44), seorang guru swasta di SMK KH Dewantara.
Malam itu, Rina hanya berniat menikmati segelas bandrek bersama beberapa rekannya di warung langganan.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.