Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
LABUHANBATU SELATAN – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan memastikan seluruh korban kecelakaan maut di pusat Kota Kotapinang mendapatkan pelayanan kesehatan dan perlindungan selama menjalani perawatan.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, saat mengunjungi para korban di RSUD Kotapinang, Senin (6/7/2026).
Kunjungan itu dilakukan di tengah duka yang masih menyelimuti masyarakat setelah kecelakaan yang menewaskan dua orang dan melukai belasan lainnya beberapa hari lalu.
Baca Juga:
Selain memberikan dukungan kepada para korban dan keluarga, Bupati juga memastikan pelayanan medis berjalan dengan baik.
Memasuki ruang perawatan satu per satu, Fery menyapa para korban dan keluarganya.
Ia meminta mereka tetap fokus menjalani pengobatan tanpa dibebani persoalan administrasi maupun biaya.
"Yang terpenting saat ini, Bapak dan Ibu fokus menjalani pengobatan dan proses pemulihan. Untuk mekanisme pembiayaan akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku melalui pihak-pihak terkait, sehingga keluarga dapat lebih tenang mendampingi proses perawatan," ujar Fery.
Fery menegaskan bahwa keselamatan dan pemulihan kesehatan korban menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Karena itu, pemerintah akan memastikan seluruh mekanisme pembiayaan dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Korban kecelakaan lalu lintas yang memenuhi persyaratan akan memperoleh santunan biaya perawatan melalui Jasa Raharja.
Apabila masih diperlukan pembiayaan lanjutan, prosesnya dapat dikoordinasikan melalui BPJS Kesehatan.
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap keluarga korban dapat lebih fokus mendampingi proses penyembuhan tanpa harus mengkhawatirkan biaya pengobatan.
Selain bertemu para korban, Bupati juga berdiskusi dengan jajaran RSUD Kotapinang mengenai pelayanan medis, kesiapan fasilitas, hingga penanganan pasien agar seluruh korban mendapatkan perawatan secara maksimal sampai dinyatakan pulih.
Kecelakaan maut itu terjadi pada Sabtu malam ketika sebuah truk Fuso bermuatan barang kelontong melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Kotapinang.
Truk tersebut dikemudikan Syamsuddin (62), warga Tanjung Balai, yang sedang dalam perjalanan dari Medan menuju Bagan Batu, Riau.
Menurut pengakuannya, kendaraan mengalami kegagalan fungsi pengereman saat menuruni Bukit Kotapinang sekitar pukul 23.10 WIB.
"Rem membatu. Terasa keras. Diinjak tak bisa menghentikan kendaraan yang semakin melaju di turunan," tuturnya dari ruang perawatan RSUD Rantauprapat.
Syamsuddin mengaku telah berusaha mengocok pedal rem berulang kali.
Namun, truk terus melaju tanpa kendali hingga menghantam sejumlah kendaraan, warung, tiang listrik, dan bangunan ruko sebelum akhirnya berhenti di depan sebuah showroom sepeda motor.
Dalam hitungan detik, suasana malam yang semula tenang berubah menjadi kepanikan.
Warga berlarian menyelamatkan diri ketika truk melaju tanpa kendali di pusat Kota Kotapinang.
Akibat kejadian tersebut, dua orang meninggal dunia, sebelas orang mengalami luka-luka, sementara puluhan kendaraan dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
Salah satu korban luka adalah Rina Gustina Nasution (44), seorang guru swasta di SMK KH Dewantara.
Malam itu, Rina hanya berniat menikmati segelas bandrek bersama beberapa rekannya di warung langganan.
"Mamak memang sering belanja di kedai bandrek itu," ujar putrinya, Arlin Harahap.
Namun, kebersamaan itu berubah menjadi tragedi ketika truk datang tanpa kendali.
Rina kini masih menjalani perawatan setelah sebelumnya dirujuk dari RSUD Kotapinang.
Segelas bandrek yang dipesannya malam itu pun tak pernah sempat dinikmati.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan kegagalan sistem pengereman pada truk yang dikemudikan Syamsuddin.
Olah tempat kejadian perkara telah dilakukan. Polisi juga memeriksa kendaraan yang terlibat serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Apa pun hasil penyelidikan nantinya, tragedi di Bukit Kotapinang telah meninggalkan duka mendalam bagi banyak keluarga.
Di balik data korban dan kerusakan yang tercatat, tersimpan kisah kehilangan, perjuangan para korban untuk pulih, serta harapan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.* (sp/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.