BREAKING NEWS
Senin, 06 Juli 2026

Beras Mulai Langka, Pemko Tanjungbalai Ungkap Biang Keroknya

Muhammad Taufik - Senin, 06 Juli 2026 20:46 WIB
Beras Mulai Langka, Pemko Tanjungbalai Ungkap Biang Keroknya
Tim gabungan Pemko Tanjungbalai melakukan monitoring ke dua kilang padi di Kabupaten Asahan, Senin (6/7/2026). (foto: Pemko Tanjungbalai)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama Satuan Tugas Pangan menemukan penyebab kelangkaan dan kenaikan harga beras di wilayahnya.

Hasil penelusuran menunjukkan masalah utama berasal dari turunnya pasokan gabah dari petani serta tingginya harga bahan baku di tingkat penggilingan.

Baca Juga:
Temuan itu diperoleh setelah tim gabungan Pemko Tanjungbalai melakukan monitoring ke dua kilang padi di Kabupaten Asahan, Senin (6/7/2026).

Dari hasil pengecekan, sejumlah merek beras premium di pasaran mulai sulit ditemukan, termasuk beras premium AA hingga Cap Jeruk.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemko Tanjungbalai, Tajul Abrar, mengatakan kondisi ini dipicu menurunnya suplai dari produsen.

Akibatnya, pasokan beras ke pasar ikut terganggu.

"Memang masalahnya ini ada di petani. Kita dari Pemko Tanjungbalai akan melakukan monitoring dan mencari solusi terhadap permasalahan ini," ungkap Tajul.

Dari hasil monitoring, Pemko juga menemukan produksi di kilang padi mengalami penurunan cukup signifikan.

Di PT Jampalan Baru, misalnya, pihak pengelola mengakui produksi menurun karena sulitnya mendapatkan gabah.

"Memang produksi kami berkurang. Hanya saja saya tidak tau berapa persen berkurangnya, karena manager produksi sedang tidak disini," kata Manager Representative PT Jampalan Baru, Khairani.

Ia menjelaskan, berkurangnya gabah dari petani membuat aktivitas produksi ikut melambat.

"Gabah susah. Tahun lalu kami minta dari Aceh, tapi tahun ini semuanya habis. Mereka juga kekurangan," kata Khairani.

Ia menambahkan, stok beras di gudang saat ini hanya cukup untuk dua hingga tiga bulan ke depan.

Kondisi serupa juga terjadi di Kilang Padi AA.

Pemilik kilang, Ahun, menyebut produksi turun hingga 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga:

"Sebulan ini hancur, gabah ga ada. Karena saat gabah panen raya kemarin, kita ga berani ambil banyak karena harga sudah tinggi. Ternyata, saat ini gabah susah didapat," kata Ahun.

Menurutnya, harga gabah yang tinggi membuat pihak penggilingan kesulitan menjaga produksi tetap stabil.

"Panen raya sudah habis. Kami paling punya stok hanya sampai satu bulan kedepan," katanya.

Ia juga mengaku saat ini tidak lagi memproduksi beras kemasan lima kilogram karena keterbatasan bahan baku.

Pemko Tanjungbalai menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak penggilingan dan mencari langkah untuk menstabilkan pasokan beras di pasar agar tidak terjadi kelangkaan berkepanjangan.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Baharuddin Siagian Hadiri Pembukaan PRSU ke-50, Batu Bara Tampilkan Potensi Unggulan Daerah
Bupati Batu Bara Tekankan Disiplin Pengelolaan Anggaran dan Penguatan Sinergi Pemerintahan
Kabar Gembira! Pemko Tanjungbalai Hapus Denda PBB-P2 hingga 31 Agustus 2026
Kelangkaan Semen Picu Lonjakan Harga hingga Rp80 Ribu per Sak, Pemko Tanjungbalai Turun Tangan
BPBD Binjai Evaluasi Bantuan Rumah Rusak Akibat Bencana, Tekankan Penyaluran Harus Tepat Sasaran dan Transparan
Rico Waas Tekankan Akurasi Data Jadi Kunci Kebijakan Tepat Sasaran di Pemko Medan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru