BREAKING NEWS
Senin, 27 Juli 2026

Kementan Kucurkan Rp2,5 Triliun untuk Pulihkan Sawah dan Kebun Terdampak Bencana di Aceh, Mualem Minta Anggaran Dimaksimalkan

T.Jamaluddin - Senin, 27 Juli 2026 14:49 WIB
Kementan Kucurkan Rp2,5 Triliun untuk Pulihkan Sawah dan Kebun Terdampak Bencana di Aceh, Mualem Minta Anggaran Dimaksimalkan
Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEHPemerintah Aceh mendapat dukungan anggaran sebesar Rp2,5 triliun dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk pemulihan lahan pertanian dan perkebunan yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian tersebut.

Ia meminta agar anggaran yang telah dialokasikan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu petani dan pekebun yang terdampak bencana.

Baca Juga:

"Saya berterimakasih kepada Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman), dan saya harap dimanfaatkan secara maksimal untuk pemulihan sawah dan kebun," kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Senin, 27 Juli 2026.

Nurlis menjelaskan, Gubernur Aceh sebelumnya telah menerima laporan terkait perkembangan pemanfaatan anggaran serta proses pemulihan lahan pertanian dan perkebunan dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia.

Laporan tersebut disampaikan kepada Mualem pada Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut Azanuddin, alokasi anggaran tersebut berasal dari usulan Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten dan kota.

Dana tersebut akan digunakan untuk sejumlah kebutuhan pemulihan, mulai dari perbaikan lahan, penyediaan alat pertanian, hingga bantuan benih padi dan jagung.

Berdasarkan laporan tersebut, bencana hidrometeorologi telah menyebabkan kerusakan pada sekitar 57.485 hektare lahan sawah di Aceh.

Saat ini, pemerintah sedang melakukan upaya optimasi lahan seluas 40.852 hektare.

Sementara untuk sektor perkebunan, luas lahan yang terdampak mencapai 60.438 hektare.

Dari jumlah tersebut, proses pemulihan sedang dilakukan terhadap sekitar 40.418 hektare lahan.

Mendapat laporan tersebut, Mualem berharap kondisi petani dan pekebun yang terdampak bencana dapat segera kembali pulih.

"Gubernur berpesan agar Distanbun seluruh Aceh bekerja keras dan bangunkomunikasi dengan semua pihak. Insya Allah, Allah akan mudahkan semua," pesan Mualem.

Mualem juga menekankan pentingnya percepatan pemulihan sektor pertanian dan perkebunan karena sebagian besar masyarakat Aceh masih menggantungkan kehidupan dari sektor tersebut.

"Sebab, Penduduk Aceh sebagian besar bekerja sebagai petani dan berkebun," ujar Mualem.

Sektor pertanian memang menjadi salah satu penopang utama perekonomian Aceh.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, sekitar 38 hingga 41 persen penduduk yang bekerja di Aceh menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.

Selain menjadi sumber penghasilan masyarakat, sektor pertanian juga memberikan kontribusi lebih dari 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh.

Perhatian terhadap sektor pertanian juga kembali ditegaskan Pemerintah Aceh dalam acara Pengukuhan Pengurus DPW dan DPD Persatuan Insinyur Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Kabupaten/Kota se-Aceh Masa Bakti 2025–2030 di Saree, Aceh Besar, Sabtu, 25 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Mualem menyampaikan bahwa sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan Aceh.

"Pemerintah Aceh menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan Aceh," kata Mualem dalam sambutannya yang disampaikan Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia.

"Karena sektor pertanian menjadi penopang ketahanan pangan, penyedia lapangan kerja, sekaligus penggerak perekonomian masyarakat."

Dengan adanya dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian tersebut, Pemerintah Aceh berharap proses pemulihan lahan terdampak bencana dapat berjalan lebih cepat dan mampu mengembalikan produktivitas petani serta pekebun di seluruh wilayah Aceh.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bawa Harapan Baru, Kahiyang Ayu Serahkan 62 Kursi Roda Adaptif untuk Anak Penyandang Cerebral Palsy di Simalungun
Bobby Nasution Dorong DHD 45 Sumut Rawat Semangat Juang ’45 dan Bersinergi dengan Program Pembangunan
Bersih-Bersih Program MBG! BGN Pecat 261 Pegawai, Tutup Permanen 833 SPPG, dan Larang Gunakan MinyaKita hingga Elpiji 3 Kg
Kasat Narkoba Polres Tangsel dan Lima Anggota Terjerat Kasus Peredaran Gelap Narkoba, Ini Nama-Namanya
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Pimpinan Danantara hingga Wakil Kepala BRIN ke Istana, Bahas Apa?
Warga dari Dua Desa Geruduk Kantor Bupati Bupati Deli Serdang, Desak Kades Diperiksa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru