BREAKING NEWS
Kamis, 30 Juli 2026

Rico Waas: Penanganan Narkoba dan Kriminalitas Harus Dibarengi Penguatan Ekonomi Masyarakat

Abyadi Siregar - Kamis, 30 Juli 2026 07:32 WIB
Rico Waas: Penanganan Narkoba dan Kriminalitas Harus Dibarengi Penguatan Ekonomi Masyarakat
Staf Ahli Wali Kota Medan, Adlan, saat menghadiri Seminar Hasil Kajian Masalah Sosial Masyarakat di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu, 29 Juli 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan penanganan penyalahgunaan narkoba dan kriminalitas tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum.

Menurutnya, upaya tersebut harus dibarengi dengan penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kesehatan sosial, serta ketahanan keluarga agar hasilnya lebih efektif.

Pesan itu disampaikan melalui Staf Ahli Wali Kota Medan, Adlan, saat menghadiri Seminar Hasil Kajian Masalah Sosial Masyarakat di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu, 29 Juli 2026.

Baca Juga:

Dalam sambutan yang dibacakan Adlan, Rico Waas mengatakan persoalan narkoba, kriminalitas, kesehatan sosial, dan kemiskinan saling berkaitan sehingga tidak bisa diselesaikan secara terpisah.

Karena itu, menurutnya, diperlukan pendekatan berbasis data dan kerja sama lintas sektor.

"Kalau kita hanya menyelesaikan satu bagian saja tanpa memperkuat bagian yang lain, hasilnya tidak akan maksimal," ujar Rico Waas.

Ia menjelaskan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan kejahatan.

Menurutnya, menciptakan rasa aman bukan hanya melalui tindakan hukum, tetapi juga dengan memberikan peluang ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Menciptakan keamanan tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi juga dengan membuka kesempatan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup, dan memastikan masyarakat memiliki harapan untuk masa depan," katanya.

Rico Waas juga mengungkapkan tingkat kemiskinan di Kota Medan pada 2025 tercatat sebesar 7,25 persen.

Angka tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam menyusun kebijakan penanganan masalah sosial.

Selain itu, ia menegaskan perlindungan generasi muda dari bahaya narkoba harus dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, sekolah, masyarakat, rumah ibadah, hingga ruang publik.

Pemerintah Kota Medan, lanjutnya, siap memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, dunia pendidikan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Kajian yang dipaparkan dalam seminar merupakan hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Medan bersama FISIP USU di lima kecamatan, yakni Medan Helvetia, Medan Sunggal, Medan Tembung, Medan Johor, dan Medan Area.

Tim peneliti dipimpin Dr. Fernanda Putra Adela, S.Sos., M.A., dengan anggota Dr. Arief Marizki Purba, S.E., S.Sos., M.Si., serta Eka Prahadian Abdurahman, S.I.Kom., M.K.M., ICAP I.

Hasil penelitian menunjukkan kelima kecamatan tersebut masuk kategori Bahaya pada dimensi narkoba, kesehatan sosial, dan kemiskinan, serta kategori Waspada untuk aspek kriminalitas.

Penelitian juga mencatat Medan Johor menjadi wilayah dengan tingkat kerentanan tertinggi.

Sebanyak 57,5 persen responden di kecamatan tersebut berada pada kelompok berisiko tinggi.

Sementara itu, sabu-sabu menjadi jenis narkoba yang paling banyak diketahui masyarakat, sedangkan pengaruh teman sebaya menjadi faktor yang paling dominan mendorong penyalahgunaan narkoba.

Menariknya, hasil kajian menyebut penyalahgunaan narkoba tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap tingkat kriminalitas.

Sebaliknya, kemiskinan menjadi satu-satunya faktor yang berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kriminalitas.

Penelitian juga menemukan adanya hubungan yang kuat antara rendahnya kesehatan sosial dengan tingkat kemiskinan.

Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti merekomendasikan penanganan masalah sosial dilakukan secara terpadu melalui penguatan program pencegahan narkoba, peningkatan ekonomi masyarakat, penguatan ketahanan komunitas, serta kolaborasi lintas sektor.

Seminar menghadirkan Dr. Zulkarnain Nasution, M.A., ICAO I., Direktur PIMANSU, sebagai narasumber dan pembahas, dengan Ira Riska Aisyah Lubis, S.Sos., M.Si. sebagai moderator.

Kegiatan itu juga dihadiri Kepala BRIDA Kota Medan Benny Iskandar, perwakilan BNN Sumatera Utara, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Medan.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Aceh Percepat Peralihan RSUD Cut Meutia ke Lhokseumawe, Revitalisasi Kemenkes Jadi Prioritas
Tebar 5.000 Benih Ikan Nila, Warga Tanjung Jabung Timur Bidik Tambahan Penghasilan dari Budidaya
Anggota DPRD Medan Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan, Polisi Siapkan Konferensi Pers
13 Ribu Dapur MBG Masih Menggantung, Zulhas Targetkan Tuntas dalam 1-2 Bulan
Harta Lurah Syerly Disorot Usai Viral 'Cie Curhat Dia Bah', Kekayaannya Tercatat Rp84,2 Juta
Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Kejagung, Publik Tunggu Ketegasan Jaksa Agung
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru