Ketua DPRD Sumut Desak Dirut Pertamina Evaluasi Total Sumbagut, Soroti Antrean BBM yang Kian Parah
MEDAN Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Arni Sitorus mendesak Direktur Utama PT Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh
POLITIK
JAKARTA -Jessica Kumala Wongso, yang terlibat dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, telah resmi mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK) kedua di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Ditemani oleh kuasa hukumnya, Otto Hasibuan, Jessica mengemukakan alasan pengajuan PK tersebut, termasuk adanya bukti baru yang dianggap signifikan.
Otto Hasibuan mengungkapkan bahwa mereka telah menyerahkan sebuah flash disk yang berisi rekaman CCTV dari Kafe Olivier, lokasi kejadian, sebagai novum. Ia menjelaskan bahwa tidak ada saksi yang dapat mengkonfirmasi bahwa Jessica memasukkan sianida ke dalam kopi Mirna, dan menyebutkan bahwa keputusan hakim sebelumnya sangat bergantung pada rekaman CCTV yang dihadirkan di persidangan.
“Jessica diadili tanpa satu pun saksi yang melihat dia melakukan tindakan itu,” ungkap Otto. Ia menekankan pentingnya bukti baru ini, yang menurutnya menunjukkan ketidaklengkapan rekaman CCTV yang digunakan selama persidangan. Otto juga mempertanyakan keaslian rekaman tersebut dan menyatakan kekecewaannya terhadap proses hukum yang terjadi.
Dalam penjelasannya, Otto menyoroti bahwa resolusi rekaman CCTV yang ditampilkan di pengadilan telah berkurang, membuat gambarnya kabur. Ia mencatat bahwa setelah pemeriksaan awal, cairan lambung Mirna ditemukan negatif sianida, tetapi pemeriksaan selanjutnya menunjukkan adanya kandungan racun.
Jessica sendiri menyatakan keterkejutannya ketika mendengar tentang novum yang ditemukan oleh tim hukumnya. “Saya kaget saat pertama kali mendengar informasi ini, tapi saya bersyukur bahwa bukti-bukti tersebut ditemukan,” katanya.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung menyebutkan bahwa Jessica pernah mengajukan PK pada tahun 2018, yang ditolak. Meskipun ada kontroversi mengenai kemungkinan pengajuan PK lebih dari sekali, Otto tetap optimis bahwa pengajuan kali ini akan mendapatkan perhatian dari pengadilan.
Jessica, yang divonis 20 tahun penjara atas kasus ini, telah menjalani sejumlah proses hukum, termasuk banding dan kasasi. Setelah menjalani delapan tahun di penjara, ia mendapatkan pembebasan bersyarat pada Agustus 2024. Saat ini, ia berharap agar pengajuan PK keduanya dapat membuktikan ketidakbersalahannya dan memulihkan nama baiknya.
Dengan pengajuan ini, perjalanan hukum Jessica Wongso dalam kasus yang menghebohkan publik ini masih jauh dari selesai, dan perhatian publik akan terus terfokus pada perkembangan selanjutnya.
(N/014)
MEDAN Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Arni Sitorus mendesak Direktur Utama PT Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh
POLITIK
JAKARTA Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H.,
NASIONAL
MEDAN Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., me
NASIONAL
DELISERDANG Prestasi membanggakan kembali datang dari Sumatera Utara. Caroline Cicilia Nababan, siswi kelas I SD Negeri 18 Rantau Selata
PENDIDIKAN
BENER MERIAH Pemerintah pusat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di kawasan Tanah Gayo, Aceh. Dalam kurun wak
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat menindaklanjuti tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 sebes
PEMERINTAHAN
MEDAN Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi motor penggerak lahirny
NASIONAL
MEDAN Kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (15/7/2026), diwarnai interup
NASIONAL
MEDAN Kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (15/7/2026), tak sekadar memb
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan mempertanyakan mekanisme verifikasi dalam proses seleksi Taruna Akademi Militer (Akmil)
NASIONAL