Kebakaran Hebat Dini Hari di Padangsidimpuan, 11 Rumah Ludes dan 1 Warga Jadi Korban
PADANGSIDIMPUAN Sebanyak 11 rumah semi permanen terbakar di Kelurahan Kantin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Sum
PERISTIWA
MEDAN — Pemerintah Kota Medan mengerahkan jajaran untuk bergotong royong membersihkan parit yang tersumbat dan dipenuhi sedimentasi tebal di Jalan Taduan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Pembersihan dilakukan untuk memperlancar aliran air sekaligus mencegah terjadinya genangan saat hujan.
Kegiatan gotong royong dipimpin Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang diwakili Asisten Ekonomi Pembangunan Setdako Medan Citra Effendi Capah.Baca Juga:
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Khairul Azmi, Kadispora H.T. Chairuniza, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil H. Baginda Siregar, serta Camat Medan Tembung Muhammad Idris.
Citra mengatakan kondisi parit di lokasi banyak mengalami penyumbatan akibat sedimentasi.
Kondisi itu membuat aliran air tidak lancar dan berpotensi menyebabkan genangan ketika hujan turun.
"Memang kita lihat di kenyataan lapangan, banyak parit yang tersumbat, juga banyak sedimen yang sudah tebal. Nah, ini mengakibatkan terjadinya kadang banjir, air tergenang," ujar Citra.
Untuk mempercepat proses pembersihan, Pemko Medan menggunakan alat berat sekaligus melibatkan petugas secara manual.
Dinas SDABMBK menurunkan satu unit alat berat dan beberapa truk untuk mengangkut sampah serta sedimentasi hasil pengerukan.
Khairul mengatakan pengerukan merupakan tahap awal sebelum dilakukan penataan drainase secara permanen.
Pemko Medan merencanakan pemasangan U-ditch di lokasi tersebut dan menargetkan pengerjaannya pada 2027.
"Ke depan kita rencanakan pemasangan U-ditch. Targetnya tahun 2027. Pengerjaannya akan kita fokuskan terlebih dahulu di sisi sebelah kiri jalan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dan jalan tidak tertutup total," kata Khairul.
Menurut Khairul, panjang saluran akan diukur secara pasti dengan target aliran air dapat terhubung hingga ke Sei Kera.
Setelah pengerukan selesai, petugas akan mengukur elevasi, menghitung kemiringan, serta menentukan titik belokan saluran sebelum U-ditch dipasang.
"Setelah dikeruk, elevasinya kita ukur dan kita perhitungkan secara presisi. Jadi nanti U-ditch yang dipasang benar-benar mengikuti kondisi dan arah aliran air," ujarnya.
Khairul menambahkan, pengerukan dan pembebasan alur drainase mendapat dukungan dari masyarakat sekitar.
Camat Medan Tembung menyampaikan bahwa warga mendukung kegiatan tersebut karena diharapkan dapat memperlancar aliran air.
Citra mengatakan penggunaan alat berat tetap perlu diimbangi dengan pengerjaan secara manual.
Menurut dia, kondisi teknis setiap titik drainase berbeda sehingga tidak semua bagian dapat dijangkau alat berat.
"Gotong royong saja tidak cukup, harus menggunakan alat. Tetapi alat juga tidak bisa digunakan di semua titik karena banyak hal teknis, sehingga harus berkesinambungan antara alat dengan manual," katanya.
Ia menegaskan pembersihan parit tidak hanya dilakukan dalam satu hari.
Program tersebut akan berlangsung secara berkesinambungan hingga persoalan drainase di lokasi dapat ditangani dan kemudian dilanjutkan ke wilayah kecamatan lainnya.
"Program ini dilaksanakan kira-kira sampai tuntas semuanya. Dan mungkin di kecamatan-kecamatan lain nanti juga terus berkesinambungan program Pak Wali Kota ini, termasuk pembersihan drainase dan penataan parit semuanya untuk dilaksanakan secara baik di Kota Medan," ungkapnya.
Citra juga mengajak masyarakat ikut menjaga fungsi drainase dengan tidak membuang sampah ke parit atau menutup saluran air untuk kepentingan pribadi.
Ia mengingatkan bahwa penutupan parit tanpa memperhatikan jalur aliran air dapat menyebabkan saluran tersumbat dan berdampak kepada warga lain.
"Kita harus ada kebersamaan. Jangan mementingkan egois pribadi masing-masing, menutup paritnya di depan rumahnya sehingga menyumbat arus aliran air ke tempat yang lain," katanya.
Pemko Medan berharap pembersihan dan penataan drainase secara berkelanjutan dapat mengurangi risiko genangan sekaligus menjaga kelancaran aliran air di sejumlah wilayah Kota Medan.* (ad)
PADANGSIDIMPUAN Sebanyak 11 rumah semi permanen terbakar di Kelurahan Kantin, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Sum
PERISTIWA
BOGOR Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membantah adanya fasilitas mewah hunian mirip apar
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Komisaris PT Perkebunan Sumatera Utara (Perseroda), Muhammad Syarif Lubis, mengungkap dugaan aliran dana sebesar Rp1,2 miliar lebi
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara akan kembali memanggil Alexander Halim alias Akuang alias Lim Sia Cheng untuk menjalani e
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nias, Rahmani Oktaviani Zandroto, didakwa melakukan dugaan korupsi dalam proyek pembangunan Rumah
HUKUM DAN KRIMINAL
HUMBANG HASUNDUTAN Polisi mengungkap duduk perkara kasus perusakan dan penjarahan 13 rumah warga di Desa Matiti II, Kecamatan Dolok Sang
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Keluarga mantan istri Brigadir I, Winda Lorenza Gowasa, keberatan terhadap sikap Polda Sumatera Utara yang menilai ekshumasi dan a
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Timnas Indonesia akan menghadapi Singapura pada laga pembuka Grup A Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026, Jumat, 25 September 2026.Perta
OLAHRAGA
JAKARTA Menteri Kehutanan sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menanggapi gugatan yang memp
POLITIK
BOGOR Ombudsman Republik Indonesia mengungkap keberadaan sejumlah bangunan dengan fasilitas mewah di kawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lap
HUKUM DAN KRIMINAL