BREAKING NEWS
Kamis, 20 Agustus 2026

Tahun Depan, Bobby Nasution Kucurkan Rp50 Miliar untuk Pelaku UMKM Sumut

Abyadi Siregar - Kamis, 20 Agustus 2026 19:43 WIB
Tahun Depan, Bobby Nasution Kucurkan Rp50 Miliar untuk Pelaku UMKM Sumut
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan yang digelar Universitas Sumatera Utara (USU) di Auditorium USU, Medan, Kamis, 20 Agustus 2026. (foto: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Kedua sektor tersebut dinilai memiliki ruang besar untuk dikembangkan melalui UMKM.

Namun, persoalan permodalan masih menjadi salah satu kendala yang banyak dihadapi pelaku usaha.

"Kalau kuliner kita memang hanya dua pilihan, enak atau enak kali. Namun memang dalam perkembangannya, sebagian besar tuntutannya adalah permodalan. Makanya seperti Bank Sumut, kami sudah salurkan bantuan usaha dengan bunga sangat ringan. Termasuk tahun depan rencananya kita akan kucurkan Rp50 miliar bantuan usaha untuk UMKM," jelasnya, yang disambut senyum dan tepuk tangan ratusan pelaku UMKM.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mendorong agar dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada pemberian modal.

Bobby Nasution mengatakan pelaku usaha membutuhkan pendampingan agar mampu mengelola bisnis secara berkelanjutan.

Bentuknya antara lain pelatihan manajemen, konsultasi bisnis, fasilitasi pembiayaan, hingga promosi produk.

Dengan pendampingan tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga meningkatkan skala usahanya.


Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperkuat sektor UMKM.

Menurut Maman, pemerintah pusat juga tengah menjalankan Program Kesejahteraan Rakyat (Prokesra) Produktif.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui pelatihan dan akses pembiayaan.


"Jadi program ini memberikan pelatihan hingga membantu akses pembiayaan bagi masyarakat. Dan yang terpenting adalah bagaimana pelaku UMKM bisa memanajemen keuangannya dengan baik. Modal usaha tidak bisa dipakai ke tempat lain, harus fokus. Tetapi yang bisa itu adalah margin-nya atau keuntungan yang kita kategorikan sebagai gaji. Memang kesannya kurang cocok dari segi pendekatan sosial. Tetapi kalau kita berpandangan ke depan untuk kesejahteraan, memang harus serius pengelolaannya," sebutnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sinkhole Membesar, Pemkab Aceh Tengah Targetkan Relokasi Warga Pondok Balik Akhir Desember 2026
Rico Waas Perkuat Kolaborasi dengan USU, Riset Akademik Didorong Berdampak ke Masyarakat
UMKM Medan Berpeluang Tembus Pasar Global, Dekranasda Gandeng Uniqlo untuk Kurasi Produk Lokal
Wali Kota Tanjungbalai Usulkan Alur Pelayaran Pelabuhan Diperlebar di Atas 80 Meter, Ini Alasannya
Kabar OTT di Bogor Mencuat, KPK: Tidak Benar!
BEM USU Gelar Aksi di Lapangan Merdeka, Kritik MBG hingga Kebijakan Pemerintah: Apakah Kita Sudah Benar-Benar Merdeka?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru