BREAKING NEWS
Kamis, 20 Agustus 2026

Tahun Depan, Bobby Nasution Kucurkan Rp50 Miliar untuk Pelaku UMKM Sumut

Abyadi Siregar - Kamis, 20 Agustus 2026 19:43 WIB
Tahun Depan, Bobby Nasution Kucurkan Rp50 Miliar untuk Pelaku UMKM Sumut
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan yang digelar Universitas Sumatera Utara (USU) di Auditorium USU, Medan, Kamis, 20 Agustus 2026. (foto: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyiapkan bantuan permodalan senilai Rp50 miliar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada 2027.

Anggaran itu ditujukan untuk memperkuat usaha sekaligus mendorong pertumbuhan wirausaha baru di Sumatera Utara.

Bobby Nasution menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan yang digelar Universitas Sumatera Utara (USU) di Auditorium USU, Medan, Kamis, 20 Agustus 2026.

Baca Juga:

Acara itu turut dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, Rektor USU Muryanto Amin, serta ratusan pelaku UMKM dan mahasiswa.

Kegiatan tersebut mengusung tema "Berani Mulai, Bertumbuh, dan Siap Berdampak".

Bobby mengatakan Sumatera Utara memiliki sekitar 1,4 juta unit UMKM.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Sumut, rasio kewirausahaan di provinsi itu mencapai 4,1 persen.

Sebanyak 98,9 persen di antaranya merupakan usaha mikro dan kecil.

Menurut Bobby Nasution, pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah untuk mendorong masyarakat masuk ke dunia usaha.

Ia menyebut jumlah angkatan kerja Sumut mencapai lebih dari 8 juta orang.

"Angkatan kerja kita sebesar 8 juta lebih (data BPS Sumut 8,16 juta orang), dan dari jumlah itu sekitar 5% belum masuk dunia kerja atau usaha. Dan ini PR (pekerjaan rumah) kami. Makanya dengan program peningkatan dan pengembangan UMKM ini, berbagai pihak turut serta mendorong upaya menyejahterakan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, tentu kami sangat berterima kasih. Karena upaya ini memang butuh kolaborasi bersama," katanya.


Bobby Nasution mengatakan sektor kuliner dan pariwisata menjadi dua kekuatan utama Sumatera Utara.

Kedua sektor tersebut dinilai memiliki ruang besar untuk dikembangkan melalui UMKM.

Namun, persoalan permodalan masih menjadi salah satu kendala yang banyak dihadapi pelaku usaha.

"Kalau kuliner kita memang hanya dua pilihan, enak atau enak kali. Namun memang dalam perkembangannya, sebagian besar tuntutannya adalah permodalan. Makanya seperti Bank Sumut, kami sudah salurkan bantuan usaha dengan bunga sangat ringan. Termasuk tahun depan rencananya kita akan kucurkan Rp50 miliar bantuan usaha untuk UMKM," jelasnya, yang disambut senyum dan tepuk tangan ratusan pelaku UMKM.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mendorong agar dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada pemberian modal.

Bobby Nasution mengatakan pelaku usaha membutuhkan pendampingan agar mampu mengelola bisnis secara berkelanjutan.

Bentuknya antara lain pelatihan manajemen, konsultasi bisnis, fasilitasi pembiayaan, hingga promosi produk.

Dengan pendampingan tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga meningkatkan skala usahanya.


Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperkuat sektor UMKM.

Menurut Maman, pemerintah pusat juga tengah menjalankan Program Kesejahteraan Rakyat (Prokesra) Produktif.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui pelatihan dan akses pembiayaan.


"Jadi program ini memberikan pelatihan hingga membantu akses pembiayaan bagi masyarakat. Dan yang terpenting adalah bagaimana pelaku UMKM bisa memanajemen keuangannya dengan baik. Modal usaha tidak bisa dipakai ke tempat lain, harus fokus. Tetapi yang bisa itu adalah margin-nya atau keuntungan yang kita kategorikan sebagai gaji. Memang kesannya kurang cocok dari segi pendekatan sosial. Tetapi kalau kita berpandangan ke depan untuk kesejahteraan, memang harus serius pengelolaannya," sebutnya.

Maman menilai pengelolaan keuangan menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan usaha.

Modal yang diberikan harus digunakan untuk kebutuhan bisnis, sedangkan keuntungan dapat menjadi pendapatan bagi pemilik usaha.

Ia berharap USU dan berbagai pemangku kepentingan ikut memperkuat kapasitas pelaku UMKM.

Dengan begitu, semakin banyak usaha mikro dan kecil yang dapat berkembang dan naik kelas.

Program bantuan permodalan Rp50 miliar yang disiapkan Pemprov Sumut pada tahun depan menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memperluas akses pembiayaan.

Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kewirausahaan dan membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sinkhole Membesar, Pemkab Aceh Tengah Targetkan Relokasi Warga Pondok Balik Akhir Desember 2026
Rico Waas Perkuat Kolaborasi dengan USU, Riset Akademik Didorong Berdampak ke Masyarakat
UMKM Medan Berpeluang Tembus Pasar Global, Dekranasda Gandeng Uniqlo untuk Kurasi Produk Lokal
Wali Kota Tanjungbalai Usulkan Alur Pelayaran Pelabuhan Diperlebar di Atas 80 Meter, Ini Alasannya
Kabar OTT di Bogor Mencuat, KPK: Tidak Benar!
BEM USU Gelar Aksi di Lapangan Merdeka, Kritik MBG hingga Kebijakan Pemerintah: Apakah Kita Sudah Benar-Benar Merdeka?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru