BREAKING NEWS
Selasa, 01 September 2026

19 Kecamatan Terdampak Bencana, Pemko Medan Dorong UMKM Bangkit Lewat Ekonomi Digital

Abyadi Siregar - Senin, 31 Agustus 2026 15:20 WIB
19 Kecamatan Terdampak Bencana, Pemko Medan Dorong UMKM Bangkit Lewat Ekonomi Digital
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, dalam pembukaan Workshop Digital Entrepreneurship yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif di Hotel Grandhika, Medan, Senin, 31 Agustus 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Pemerintah Kota Medan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat setelah bencana hidrometeorologi tidak hanya dilakukan dengan membangun kembali sarana fisik.

Pemerintah juga menilai masyarakat perlu dibekali kemampuan ekonomi digital agar dapat kembali mengembangkan usaha.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, mengatakan kemampuan ekonomi digital menjadi bagian penting dalam pemulihan masyarakat setelah bencana.

Baca Juga:

Hal itu disampaikan Erfin saat membacakan sambutan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam pembukaan Workshop Digital Entrepreneurship yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif di Hotel Grandhika, Medan, Senin, 31 Agustus 2026.

Erfin mengatakan 19 dari 21 kecamatan di Kota Medan sempat terdampak bencana.

Menurut dia, program pemulihan ekonomi dari pemerintah pusat dapat menjadi momentum bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM untuk kembali bangkit.

"Kami sangat mengapresiasi kota Medan dipilih sebagai lokasi wokrshop ini, karena ketika kita berbicara tentang pemulihan, yang kita bangun bukan hanya sarana dan fasilitas, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk kembali berdiri, berkembang, dan menciptakan peluang baru," kata Erfin Fahrurrazi.

Menurut Erfin, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat bekerja, menjalankan usaha, memasarkan produk, dan menjangkau konsumen.

Teknologi digital memungkinkan pelaku usaha memperkenalkan produknya ke pasar yang lebih luas tanpa terbatas jarak dan wilayah.

Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi digital dinilai tidak lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha.

"​Kita ingin melalui workshop ini para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Medan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menciptakan peluang, memperluas pasar, dan meningkatkan nilai usahanya," ujar Erfin Fahrurrazi.

Direktur Aplikasi sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Jasa TIK Kementerian Ekraf, Tri Wahyudi, mengatakan workshop tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Percepatan Pemulihan Ekonomi di Daerah Terdampak Bencana.

Program tersebut difokuskan pada pemulihan ekonomi kawasan pascabencana secara berkelanjutan.

"Jika instansi lain fokus pada penanggulangan awal bencana, Kemenekraf mengambil peran strategis untuk membangkitkan kembali unit bisnis warga yang sempat terdampak," jelas Tri Wahyudi.

Dalam workshop tersebut, 100 peserta mendapatkan pelatihan menggunakan sejumlah aplikasi digital.

Di antaranya ToCo untuk membantu manajemen bisnis dan Canva untuk mendukung desain produk.

Pemanfaatan aplikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat daya saing UMKM.

"​Dengan digitalisasi, para pelaku UMKM diharapkan tidak lagi bergantung penuh pada operasional konvensional. Penggunaan aplikasi memungkinkan sistem bisnis tetap berjalan secara otomatis dan menjangkau pasar yang lebih luas. Program ini diproyeksikan untuk mengawal para pelaku usaha lokal agar bisa tumbuh menjadi pemain skala nasional hingga mampu melambaikan bendera bisnisnya di pasar global," harapnya.

Workshop Digital Entrepreneurship tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber.

Salah satunya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Medan, Arrahmaan Pane.

Arrahmaan memaparkan rencana pengembangan Super Apps berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Aplikasi tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan masyarakat dalam satu wadah.

"Pengembangan aplikasi pintar ini merupakan arahan langsung dari Bapak Wali Kota Medan Rico Waas. Dimana seluruh aplikasi, layanan publik, hingga informasi kota akan disatukan dalam satu aplikas induk Medan Satu Data," jelas Arrahmaan Pane secara singkat.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Terbukti Langgar Disiplin! Camat Medan Timur dan Lurah Aur Dicopot dari Jabatan, Jadi Pelaksana Selama 12 Bulan
Anjlok Tajam dari 78 Persen, Survei Poltracking Ungkap Tingkat Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Sisa 55,1 Persen
Pukul Kentongan Tanda Berakhirnya Hajat Akbar! Presiden Prabowo Resmi Tutup Muktamar NU Sekaligus Kirim Pesan Khusus ke Gus Kikin
Bukan Cuma Hadir Saat Ada Masalah, LKBH AMPI Binjai Diminta Aktif Edukasi Hukum Warga Sehari-hari
Nagih Janji Berbuah Manis Presiden Prabowo Resmi Kantongi KTA NU yang Diserahkan Langsung oleh Rais Aam PBNU
Catat Sejarah Baru! Gus Ipul Ungkap Presiden Prabowo Jadi Kepala Negara Pertama yang Buka Sekaligus Tutup Muktamar NU
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru