BREAKING NEWS
Jumat, 04 September 2026

Bupati Batu Bara Dorong Penguatan Satu Data Indonesia untuk Pembangunan Tepat Sasaran

Muhammad Taufik - Jumat, 04 September 2026 15:42 WIB
Bupati Batu Bara Dorong Penguatan Satu Data Indonesia untuk Pembangunan Tepat Sasaran
Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A. saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Program Prioritas Nasional di Aula A Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Kamis, 3 September 2026. (foto: Pemkab Batu Bara)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BATU BARA — Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A. menegaskan pentingnya penguatan Satu Data Indonesia (SDI) sebagai dasar dalam merancang pembangunan yang tepat sasaran.

Menurut dia, data yang akurat dan terintegrasi diperlukan agar kebijakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Baharuddin saat menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Sosialisasi Program Prioritas Nasional di Aula A Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Kamis, 3 September 2026.

Baca Juga:

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia itu mengangkat tema "Kesejahteraan Masyarakat melalui Penguatan Satu Data Indonesia (SDI) di Kabupaten Batu Bara."

Sejumlah narasumber turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Anggota Komisi II DPR RI Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S.Si., M.T.; Kurniawan Ariadi, SIP, M.Com., Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI; Tirta Sutedjo, ST, MWRM., Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial; serta Rolly Rochmad Purnomo, ST, MM, M.S.I.S, Ph.d., Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital.

Dalam pemaparannya, Baharuddin mengatakan ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi kebutuhan utama pemerintah dalam mengambil kebijakan.

Menurut dia, pengelolaan data yang baik juga dapat mencegah terjadinya perbedaan atau tumpang tindih informasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

"Dengan adanya SDI ini, setiap data dapat terus diperbarui dengan data terbaru sehingga tidak menimbulkan tumpang tindih. Kita membutuhkan data yang benar dan akurat agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat," ujar Bupati Batu Bara.

Baharuddin juga menekankan perlunya komitmen dan kerja sama seluruh perangkat daerah dalam menjalankan SDI.

Setiap OPD diminta aktif menyediakan, memperbarui, dan memastikan data yang dikelola sesuai dengan tugas serta kewenangannya.

Ia menilai data yang terintegrasi akan membantu pemerintah daerah memahami persoalan masyarakat dengan lebih tepat.

Dengan begitu, program pembangunan dapat disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan.

Penguatan data, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan persoalan administrasi pemerintahan.

Data juga menjadi dasar untuk menentukan siapa yang membutuhkan bantuan, sektor mana yang perlu mendapat perhatian, serta program apa yang harus diprioritaskan.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung dalam pemaparannya menyoroti pentingnya ketersediaan data yang objektif dan berkualitas.

Menurutnya, akses terhadap data yang akurat dibutuhkan untuk mendukung proses analisis dan pengambilan kebijakan pembangunan.

Data yang berkualitas diharapkan membuat kebijakan dapat dilaksanakan secara tepat, efektif, dan efisien.

Bappenas RI juga menjelaskan bahwa Satu Data Indonesia merupakan kebijakan tata kelola data pemerintah yang bertujuan menciptakan kesamaan standar dan memastikan kebenaran data.

Data tersebut menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat, efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Data dalam kerangka SDI mencakup berbagai sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Di antaranya kependudukan, kesehatan, perumahan, pendidikan, infrastruktur, sanitasi, ekonomi, lingkungan, serta sektor strategis lainnya.

Sosialisasi tersebut juga dihadiri Pj. Sekda Batu Bara, para asisten dan staf ahli, kepala OPD, para camat, serta para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Batu Bara.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama para narasumber.

Forum tersebut membahas berbagai persoalan sekaligus strategi yang dapat dilakukan untuk memperkuat implementasi Satu Data Indonesia di Kabupaten Batu Bara.

Melalui penguatan SDI, Pemerintah Kabupaten Batu Bara berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan berbasis data.

Dengan sistem tersebut, setiap kebijakan dan program pembangunan diharapkan dapat dirancang secara lebih terarah dan terukur serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, penguatan satu data pada akhirnya bukan hanya soal memiliki banyak data.

Hal yang lebih penting adalah memastikan data tersebut benar, terus diperbarui, saling terhubung, dan digunakan sebagai dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gunung Sinabung Siaga Level 3, BPBD Sumut Pastikan Pengungsi dan Warga di Zona Merah Ditangani
Wapres Gibran Tinjau Rehabilitasi SMA Negeri 1 Barus, Bobby Nasution Minta Pembangunan Dipercepat
Wakil Wali Kota Medan Tegaskan Pendidikan Tak Boleh Lumpuh di Tengah Bencana, Sekolah Harus Aman dan Tangguh
Tak Hanya Menunggu, Pemko Medan Dorong BPJS Ketenagakerjaan Jemput Bola ke Masyarakat
Suasana Pecah! Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan Gelar Lomba Lari Antar-Satker, Olahraga Jumat Jadi Ajang Rebutan Juara
Desil DTSEN Sempat Berubah Drastis Akibat 12 Juta Data Baru, Kemensos Pastikan Data Kembali Stabil
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru