BREAKING NEWS
Rabu, 30 September 2026

Misi Dagang Jatim-Sumut di Medan Tembus Rp2,5 Triliun, Bobby Nasution Dorong UMKM Naik Kelas

Abyadi Siregar - Selasa, 29 September 2026 17:54 WIB
Misi Dagang Jatim-Sumut di Medan Tembus Rp2,5 Triliun, Bobby Nasution Dorong UMKM Naik Kelas
Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Sumatera Utara di Ballroom Hotel Grand Mercure, Medan, Selasa (29/9/2026). (foto: Diskominfo Sumut / Fahmi Aulia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan kerja sama perdagangan antardaerah untuk menghadapi tantangan ekonomi global.

Ia menilai potensi pasar dalam negeri, terutama sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), perlu terus diperkuat.

Hal itu disampaikan Bobby saat menghadiri Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Sumatera Utara bertema "Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Jawa Timur dan Sumatera Utara" di Ballroom Hotel Grand Mercure, Medan, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga:

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta puluhan pelaku usaha dari kedua provinsi.

Bobby Nasution mengapresiasi kehadiran Khofifah di Sumatera Utara.

Ia mengingat kembali kedatangan Khofifah ke Sumut saat bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah pada November 2025.

"Selamat datang kembali Gubernur Jatim, Ibu Khofifah Indar Parawansa. Sebelumnya hadir di sini membawa bantuan kepedulian untuk Sumatera Utara yang terdampak bencana. Tetapi kali ini datang membawa pedagang, di mana ini merupakan terobosan luar biasa dan mengangkat perekonomian masyarakat," ujar Bobby Nasution.

Menurut Bobby, misi dagang dan investasi menjadi salah satu upaya untuk memperkuat perdagangan antardaerah di tengah tekanan ekonomi global.

Kondisi tersebut juga menjadi tantangan dalam menarik investasi dari luar negeri.

"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Oleh karena itu, hari ini yang punya potensi besar adalah sektor UMKM. Karenanya Sumatera Utara mencoba mengganti pendekatan kepada para pelaku UMKM," sebut Bobby Nasution.

Bobby mengatakan kerja sama perdagangan Jatim dan Sumut tidak seharusnya berhenti pada transaksi dalam satu kegiatan.

Menurut dia, hubungan antarpelaku usaha perlu dikembangkan menjadi kerja sama bisnis yang lebih luas.

Produk UMKM dari kedua provinsi diharapkan dapat memperluas pasar hingga ke tingkat nasional.

"Tadi Pak Kadis (Perindag-ESDM) menyampaikan hitungan untuk angka transaksinya hingga Pukul 10.00 WIB tadi, sudah mencapai Rp2,288 Triliun. Jadi kalau saya pidato dan di belakang masih ramai, berarti transaksinya bisa meningkat. Namun ini menjadi tantangan bagi Sumatera Utara, bagaimana mengkurasi (pemenuhan standar) para pelaku UMKM," jelas Bobby Nasution yang akan membawa misi dagang dan investasi dari Sumut ke Jatim dalam waktu dekat.

Bobby menilai proses kurasi pelaku UMKM penting untuk memastikan produk yang dipasarkan memiliki kualitas dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Proses tersebut mencakup seleksi, pelatihan, hingga pemahaman terhadap karakter pasar.

Menurut Bobby, kegiatan misi dagang juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk belajar dan mengembangkan bisnis.

"Jadi bagaimana nanti misi dagang kita perkenalan produk-produk kita, pesan kepada Pak Kadis agar neraca perdagangannya bisa naik, stabil. Jadi kalau bisa berikutnya, angka Rp2 Triliun bisa meningkat menjadi Rp4 Triliun," ungkap Bobby Nasution.

Hingga sekitar pukul 12.30 WIB, nilai transaksi dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi Jatim-Sumut tercatat mencapai Rp2,5 triliun.

Sebelumnya, pemerintah dan pelaku usaha dari kedua provinsi juga telah menandatangani sejumlah kerja sama perdagangan.

Kerja sama tersebut melibatkan instansi pemerintah, organisasi perdagangan, serta pelaku usaha dari Jawa Timur dan Sumatera Utara.


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan kegiatan tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi kedua provinsi, terutama dalam memperkuat jaringan kerja sama antarpelaku usaha.

Khofifah juga menantikan kunjungan balasan dari Sumatera Utara ke Jawa Timur untuk membawa misi dagang serupa.

"Saya rasa kita bisa membangun keseimbangan antara Jatim dan Sumatera Utara. Seperti pelaku usaha dari Jawa Timur, ada yang menjual kopi, ada yang membeli. Bayangan saya, itu Kopi Sidikalang yang brand-nya luar biasa. Nah, PR kita sama-sama Pak Gub, bagaimana produksi kita ditingkatkan," sebut Khofifah yang memuji berbagai kualitas produk dari Sumut.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), serta sejumlah organisasi dan pelaku usaha dari kedua provinsi.

Bupati Probolinggo Muhamad Haris Damanhuri juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Misi dagang ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi antara Jawa Timur dan Sumatera Utara melalui perdagangan, investasi, dan pengembangan UMKM.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KPPU Medan Ungkap 14 Dugaan Persekongkolan Tender Sepanjang 2026
Bapenda Sumut dan Bank Sumut Hadirkan KMG MERDEKA, ASN Bisa Cicil Pajak Kendaraan hingga 12 Bulan Tanpa Bunga
Dari Saksi Jadi Tersangka, Eks Wali Kota Sibolga dan 3 Orang Lain Terjerat Korupsi Proyek Pasar Ikan Rp22,5 Miliar
Terpidana Alih Fungsi Suaka Margasatwa Jadi Perkebunan Sawit Kabur ke Luar Negeri? Kejati Sumut Bantah
Kominfo Sumut Minta Kabupaten/Kota Perbarui Data Blankspot, Pastikan Pembangunan Internet Tepat Sasaran
Pemprov Sumut Dorong Revisi UU SPPN, Minta Perencanaan Pembangunan Pusat dan Daerah Disinkronkan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru