BREAKING NEWS
Jumat, 23 Oktober 2026

Pemprov Sumut Siagakan Personel Manggala Agni dan Kelompok Masyarakat Peduli Api Cegah Karhutla

Abyadi Siregar - Kamis, 22 Oktober 2026 20:43 WIB
Pemprov Sumut Siagakan Personel Manggala Agni dan Kelompok Masyarakat Peduli Api Cegah Karhutla
DLHK Sumut, Heri Wahyudi Marpaung, mengatakan upaya tersebut disampaikan dalam dialog interaktif program Titik Kumpul di TVRI Sumut, Jalan Putri Hijau, Medan, Kamis (22/10/2026). (Foto: DISKOMINFO SUMUT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui deteksi dini, kesiapsiagaan personel, serta pemantauan titik panas atau hotspot. Pemerintah juga melibatkan masyarakat untuk menekan risiko kebakaran dan menjaga kelestarian lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumut, Heri Wahyudi Marpaung, mengatakan upaya tersebut disampaikan dalam dialog interaktif program Titik Kumpul di TVRI Sumut, Jalan Putri Hijau, Medan, Kamis (22/10/2026). Kegiatan bertema "Sumut Nol Karhutla, Modifikasi Cuaca Urai Asap Kiriman" itu merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut.

Heri menjelaskan, karhutla dapat dipicu oleh faktor alam maupun aktivitas manusia. Faktor alam meliputi perubahan iklim yang menyebabkan lahan mengering, sambaran petir di kawasan hutan kering, serta aktivitas vulkanis. Sementara itu, faktor manusia antara lain pembukaan lahan dengan cara membakar dan kelalaian membuang puntung rokok yang belum padam.

Baca Juga:

Untuk mengantisipasi kebakaran, Pemprov Sumut menyiagakan personel Manggala Agni yang didukung tiga daerah operasi (Daops), yakni Daops Manggala Agni Sibolangit, Aek Nauli, dan Langga Payung.

Daops Manggala Agni tersebut masing-masing disebut berada di wilayah Sibolangit, Kabupaten Karo, Aek Nauli, Kabupaten Simalungun, serta Langga Payung, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

"Untuk mencegah karhutla di Sumut, kami menyiapkan personel Manggala Agni yang didukung tiga daerah operasi (Daops), yaitu Daops Manggala Agni Sibolangit di Kabupaten Karo, Daops Manggala Agni Aek Nauli di Kabupaten Simalungun, serta Daops Manggala Agni Langga Payung di Kabupaten Labuhanbatu Selatan," ujar Heri.

Selain menyiagakan personel, Pemprov Sumut menggencarkan sosialisasi pencegahan karhutla di kabupaten dan kota. Kesiapsiagaan berbasis masyarakat juga diperkuat melalui pembentukan lima kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kabupaten Padanglawas Utara, Toba, Karo, Tapanuli Utara, dan Samosir.

Menurut Heri, kelompok MPA telah difasilitasi dengan sarana dan prasarana pendukung untuk membantu upaya pencegahan maupun pemadaman kebakaran. Peralatan yang disediakan antara lain pakaian kerja lapangan, sepatu bot, topi lapangan, gepyok atau alat pemukul api, serta jet shooter untuk membantu pemadaman.

Meski demikian, pengendalian karhutla masih menghadapi sejumlah tantangan. Kondisi lahan gambut dan non-gambut, keterbatasan sarana dan prasarana, kondisi topografi, serta ketersediaan personel menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam penanganan kebakaran di lapangan.

Untuk memperkuat pencegahan, DLHK Sumut melakukan pemantauan titik panas setiap hari dengan memanfaatkan situs SiPongi, situs pemantauan LAPAN, serta data satelit NOAA dan Terra. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini agar indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.

Pengawasan juga dilakukan terhadap pemegang izin di bidang kehutanan melalui kewajiban membentuk kelompok MPA. Selain itu, petugas melakukan patroli dan pengecekan langsung atau ground check terhadap titik panas yang terpantau.

Di kawasan lahan gambut, pembangunan sekat kanal turut dilakukan untuk menjaga kondisi hidrologis lahan dan mengurangi risiko kebakaran. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pengelolaan lahan agar tidak mudah mengering, terutama saat kondisi cuaca meningkatkan potensi kebakaran.

Apabila kebakaran terjadi, penanganannya dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur. Pihak yang terlibat antara lain kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, kelompok MPA, polisi kehutanan, Manggala Agni, lembaga swadaya masyarakat pemerhati lingkungan, serta masyarakat sekitar kawasan hutan.

Heri mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda kebakaran hutan dan lahan.

"Sinergi antara pemerintah, aparat, pemegang izin kehutanan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan serta penanganan karhutla di Sumut," pungkasnya.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Malaysia Rencanakan Bawa Isu Karhutla ke Forum ASEAN, Ini Tanggapan Resmi Kemlu RI
Kemenkes Catat Kasus ISPA Karhutla Melonjak Jadi 333.470, Puluhan Ribu Balita Terdampak
Negara Luar Olok-Olok Karhutla, Prabowo Buka-bukaan: Perusahaan Mereka di Sini Dablek
Anggota Parlemen Malaysia Sentil Prabowo Pakai Bahasa Jawa, Desak Indonesia Segera Atasi Karhutla
Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur Aceh Memanas, Polisi Putar Salawat Badar untuk Redam Ketegangan
Ngaku Ditawari Rp 80 Juta Bungkam Karhutla, Konten Kreator Aleh Dipanggil Polda Sumut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru