Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA -Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati atau akrab disapa Titiek Soeharto, mendesak pemerintah untuk segera mengungkap siapa yang bertanggung jawab di balik pemasangan pagar laut misterius sepanjang 30 kilometer di pesisir utara Kabupaten Tangerang. Kasus ini telah menjadi bahan perbincangan publik sejak beberapa waktu lalu dan terus memunculkan tanda tanya.
Titiek Soeharto menegaskan bahwa pagar laut sepanjang 30,16 kilometer tersebut tidak mungkin dibangun tanpa dukungan infrastruktur dan pendanaan yang kuat. “Kami mendesak pemerintah untuk segera mengetahui dan mengumumkan siapa yang membuat pagar laut ini, siapa yang membiayai, dan siapa yang menyuruh untuk memasangnya?” ujarnya dalam rapat di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Menurutnya, pembangunan pagar laut yang begitu besar ini memerlukan waktu, sumber daya, dan perencanaan yang matang, sehingga pengungkapan siapa yang berada di balik proyek ini sangaAt penting agar tidak menimbulkan spekulasi lebih lanjut.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono juga menyampaikan kecurigaannya terhadap pemasangan pagar laut di wilayah tersebut. Trenggono menduga bahwa pagar laut tersebut bertujuan untuk membentuk daratan hasil sedimentasi yang dapat dimanfaatkan untuk lahan reklamasi yang terbentuk secara alami.
“Di dasar laut itu tidak boleh ada sertifikat. Jadi, kalau ada sertifikat yang mencakup wilayah laut, itu sudah jelas ilegal,” ungkap Trenggono. Ia menambahkan bahwa struktur pagar tersebut bertujuan untuk mengangkat daratan, yang dalam jangka waktu lama dapat berkembang menjadi daratan yang cukup luas. Dari analisisnya, struktur pagar laut itu dapat membentuk daratan seluas 30 hektare, yang jika berkembang dapat mencapai sekitar 30.000 hektare.
Kasus pemasangan pagar laut ini telah memicu banyak spekulasi dan perhatian publik. Titiek Soeharto menegaskan bahwa sudah lebih dari satu bulan sejak isu ini mencuat, dan pemerintah diharapkan segera memberikan penjelasan terkait pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut. “Kasus ini sudah berlarut-larut, pemerintah harus segera mencari tahu dan mengungkapkan siapa yang bertanggung jawab,” tambahnya.
Sementara itu, Trenggono juga meminta agar pemerintah segera melakukan investigasi lebih mendalam mengenai status sertifikat yang terbit di wilayah tersebut, untuk memastikan apakah ada penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan sertifikat hak atas tanah yang mencakup lahan laut.
(N/014)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL