RI Siapkan Impor 100 Ribu Tabung CNG untuk Gantikan LPG 3 Kg
JAKARTA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan rencana impor sekitar 100 ribu tabung compressed natural gas (CNG)
EKONOMI
Asahan – Ratusan mahasiswa dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Asahan dan organisasi Cipayung Plus melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Polres Asahan di Jalan Ahmad Yani, Kisaran, pada Senin (26/8) sekitar pukul 11.30 WIB. Aksi tersebut bertujuan untuk mendesak Kapolres Asahan, Kasat Narkoba, dan Kasat Reskrim agar mengundurkan diri dari jabatannya.
Menurut para demonstran, sejak ketiga pimpinan tersebut menjabat, tingkat kriminalitas di Kabupaten Asahan mengalami peningkatan signifikan. Mereka juga mengkritisi peredaran narkoba yang semakin merajalela di berbagai kecamatan di Asahan.
Para mahasiswa menilai pihak kepolisian kurang tegas dalam menindak para bandar dan pengedar narkoba di wilayah tersebut.
“Kami menuntut Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi SIK, Kasat Reskrim, dan Kasat Narkoba untuk segera mundur dari jabatannya. Kami menilai mereka tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai pimpinan kepolisian di Polres Asahan,” tegas Fikri, perwakilan dari PMII Asahan.
Nawawi, perwakilan dari HMI Asahan, menambahkan, “Apakah pihak kepolisian takut dengan para bandar narkoba? Peredaran narkoba di Kabupaten Asahan sangat mengkhawatirkan. Masyarakat, terutama para ibu rumah tangga, merasa resah dengan situasi ini. Tingkat kriminalitas meningkat akibat peredaran narkoba yang tak terkendali.”
Setelah melakukan orasi secara bergantian, suasana semakin memanas ketika sejumlah mahasiswa berupaya membakar ban bekas di depan kantor Polres Asahan. Tindakan ini segera direspon oleh petugas kepolisian yang berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam kebakaran dan air.
Namun, upaya pemadaman tersebut mendapat perlawanan dari para mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus. Bentrokan fisik antara mahasiswa dan aparat kepolisian pun tak terhindarkan. Aksi saling dorong dan saling pukul terjadi, hingga menyebabkan dua orang mahasiswa, yaitu Rizky Nuraldiansyah dari HMI dan Joshua Manurung dari GMKI, diamankan oleh petugas kepolisian.
Penangkapan dua mahasiswa tersebut memicu reaksi keras dari para demonstran. Mereka menuntut Polres Asahan untuk segera membebaskan kedua rekan mereka. “Kami di sini melakukan aksi damai. Mengapa rekan kami ditangkap? Jika mereka tidak segera dibebaskan, kami akan tetap berada di depan Mapolres Asahan ini,” ujar Alwi Tanjung, Ketua Cabang HMI Asahan.
Setelah dilakukan negosiasi antara pihak kepolisian dan perwakilan mahasiswa, kedua mahasiswa yang sempat diamankan akhirnya dibebaskan. Aksi demonstrasi di depan Mapolres Asahan pun berakhir damai, dan para mahasiswa melanjutkan aksi mereka menuju kantor Bupati Asahan.red
JAKARTA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan rencana impor sekitar 100 ribu tabung compressed natural gas (CNG)
EKONOMI
BANGKALAN Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Bangkalan Bersatu menggeruduk kantor DPRD Bangkalan, Senin (18/5/2026). Mer
PEMERINTAHAN
MANDAILING NATAL Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 3,2 mengguncang wilayah Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, pada Senin
PERISTIWA
JAKARTA Suasana hangat dan penuh kebahagiaan mewarnai resepsi pernikahan Anselmus Agung Sulaksana dan Tri Sony Saragih yang digelar di J
NASIONAL
SEMARANG Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) RI Farida Farichah mendorong civitas akademika dan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNN
PENDIDIKAN
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menegaskan bahwa percepatan pemulihan d
PEMERINTAHAN
MEDAN Tim gabungan lintas instansi yang dipimpin Den Intel Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) I Belawan berhasil menggagalkan upaya penyel
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH TAMIANG Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk meninjau progres
NASIONAL
JAKARTA Mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy selesai menjalani pemeriksaan oleh Ko
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo merespons santai desakan sejumlah pihak yang menyarankan dirinya mundur dari jabatan
EKONOMI